Berau, Mediasatya.com – Kampung Suaran mengalami banjir yang cukup parah, dengan ketinggian air mencapai lutut orang dewasa. Akibatnya, aktivitas warga terhenti total dan sekitar 600 kepala keluarga (KK) terkena dampak langsung dari musibah ini.
Hingga saat ini, belum ada posko terpadu yang dibentuk untuk penanganan banjir, menyulitkan warga dalam mendapatkan bantuan yang diperlukan. Situasi ini memicu keprihatinan dari berbagai pihak, termasuk anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Berau, Sakirman.
Dalam pernyataannya, Sakirman menyatakan harapannya agar Pemerintah Daerah Kabupaten Berau segera turun tangan untuk membantu penanganan bencana ini.
“Kami sangat prihatin dengan situasi yang terjadi di Kampung Suaran. Kami meminta pemerintah daerah untuk segera memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak,” ucapnya, jumat (27/10/2024).
Sakirman juga menekankan perlunya Dinas Sosial untuk langsung meninjau lapangan dan mengevaluasi kebutuhan warga.
“Kami harap Dinas Sosial dapat melihat kondisi warga dan apa saja yang dibutuhkan, seperti dapur umum, sembako, dan bantuan lainnya,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia mendorong perusahaan-perusahaan yang beroperasi di sekitar Kampung Suaran untuk berkontribusi dalam membantu masyarakat yang terkena dampak banjir.
“Kami berharap perusahaan-perusahaan yang ada di sekitar bisa berpartisipasi dan membantu meringankan beban warga yang terkena musibah ini,” jelasnya.
Indra/Rdk/Adv
MEDIASATYA.CO.ID - Senja di Berau pada Minggu (19/4) berlangsung sedikit berbeda dari biasanya. Alih-alih menghabiskan…
MEDIASATYA.CO.ID - Di tengah riuh rencana aksi besar yang akan digelar pada 21 April 2026,…
MEDIASATYA.CO.ID - Ketua Markas Daerah Laskar Merah Putih (LMP) Kalimantan Timur, H. Abdulloh, menegaskan komitmen…
MEDIASATYA.CO.ID - Halaman Gereja St. Eugenius de Mazenod di Tanjung Redeb tak sekadar menjadi tempat…
MEDIASATYA.CO.ID, BALIKPAPAN - Di tengah kabar gaji pekerja proyek RDMP Balikpapan yang belum terbayar hingga…
MEDIASATYA.CO.ID - Di tengah ketatnya ruang fiskal APBD 2026, satu isu yang tampaknya tak bisa…