Berita Terbaru

Jokowi Tak Lagi Diam Soal Ijazah Palsu: Tutup Peluang Mediasi, Ngaku Tahu Dalang

MEDIASATYA.CO.ID – Presiden RI ke-7 Joko Widodo menyatakan menutup seluruh peluang mediasi dalam polemik tudingan ijazah palsu yang telah bergulir hampir empat tahun terakhir.

Ia menegaskan akan membawa perkara ini sepenuhnya ke ranah hukum dan siap mengungkap seluruh bukti melalui proses persidangan.

Dalam wawancara eksklusif dengan Kompas TV yang tayang di kanal YouTube Kompas TV pada Selasa (9/12/2025), Jokowi menyampaikan bahwa selama ini dirinya memilih diam karena memegang langsung ijazah asli.

Namun karena isu terus digulirkan secara sistematis, ia memutuskan untuk merespons melalui jalur hukum.

Jokowi menegaskan bahwa sesuai prinsip hukum acara, pihak yang menuduh harus membuktikan.

Ia menyatakan memilih pengadilan sebagai arena pembuktian agar keadilan dapat ditegakkan secara terbuka dan objektif.

Menurut Jokowi, persoalan ini bukan sekadar fitnah biasa. Ia meyakini terdapat skenario politik besar dan operasi terstruktur di balik isu tersebut, yang bertujuan menjatuhkan reputasinya.

Jokowi menyebut, serangan itu tidak mungkin berjalan selama bertahun-tahun tanpa aktor besar di belakangnya.

Yang paling mengejutkan, Jokowi mengaku mengetahui siapa sosok “orang besar” yang menjadi dalang di balik isu tersebut.

Namun, ia memilih tidak menyebutkan secara terbuka identitasnya dan menyerahkan proses pengungkapan kepada mekanisme hukum.

Jokowi menegaskan dirinya tidak akan lagi membuka ruang mediasi. Ia menyatakan penyelesaian hanya akan dilakukan melalui pengadilan.

Saat ini, Polda Metro Jaya telah menetapkan delapan tersangka, termasuk Roy Suryo dan sejumlah pihak lainnya dalam kasus tersebut.

Ia memastikan akan membawa seluruh dokumen pendidikan asli ke depan majelis hakim, mulai dari ijazah SD, SMP, SMA hingga universitas.

Jokowi menilai pengadilan merupakan forum paling tepat untuk membuktikan keaslian dokumen dan memberi pelajaran hukum kepada publik.

Menurutnya, jika kasus semacam ini dibiarkan, tuduhan serupa berpotensi menimpa pejabat lain seperti menteri, gubernur, bupati, bahkan presiden selanjutnya, tanpa dasar yang jelas.

Jokowi juga mengingatkan bahwa Indonesia saat ini dipantau dunia internasional karena stabilitas ekonomi dan politik yang dinilai baik hingga masa pemerintahan Presiden Prabowo.

Ia mengingatkan agar energi bangsa tidak dihabiskan untuk konflik yang dianggapnya tidak produktif, melainkan fokus pada strategi besar negara menghadapi tantangan global, termasuk perkembangan kecerdasan buatan dan teknologi humanoid. (Redaksi)

Redaksi

Redaksi Media Satya News

Recent Posts

Genap 62 Tahun: Abdulloh Fokus Mengabdi, Bursa Wali Kota Balikpapan Menanti

MEDIASATYA.CO.ID — Usia 62 tahun bukan sekadar penanda perjalanan hidup. Bagi Abdulloh, usia yang genap…

24 jam ago

Dari Penyidik hingga Pengajar Polri, Brigjen Yustan Alpiani Kini Jadi Kapolda Lampung

Kapolda Lampung, Brigjen Pol Yustan Alpiani Tugas sebagai Kapolda mencakup upaya menjaga keamanan dan ketertiban…

4 hari ago

Seni di Era AI Jadi Bahasan di Universitas Terbuka Samarinda, Fachri Mahayupa: Carilah Makna

MEDIASATYA.CO.ID, SAMARINDA — Puluhan mahasiswa Universitas Terbuka (UT) Samarinda mengangkat telepon genggam mereka hampir bersamaan,…

1 bulan ago

Abdulloh Bergerak ke BPH Migas, DPRD Kaltim Perjuangkan Tambahan Kuota Pertalite

MEDIASATYA.CO.ID — Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) sering kali tidak berhenti di SPBU. Di…

2 bulan ago

Tio: Biliar Mirip Politik! Yang Dipukul di Sini Bisa Masuk di Sana

MEDIASATYA.CO.ID, SAMARINDA — Meja biliar menjadi titik temu wartawan, mitra media, dan pegiat olahraga dalam…

2 bulan ago

Abdulloh Dorong Bandara Kalimarau Berau Naik Kelas, Jadi Gerbang Wisata Internasional Kaltim

MEDIASATYA.CO.ID – Ketua Komisi III DPRD Kalimantan Timur, Abdulloh, mendorong peningkatan status Bandara Kalimarau di…

2 bulan ago