Berita Terbaru

Jalan Penghubung 3 Kampung di Berau Sering Longsor, DPUPR Siapkan Solusi Jangka Panjang

Kepala Bidang Preservasi Jalan dan Jembatan DPUPR Berau, Junaidi

“Saat curah hujan seperti saat ini, seringkali butuh perbaikan. Jadi solusi konkritnya harus dibuat atau dibangunkan dinding sebagai penahan tanah”

MEDIASATYA.CO.ID, BERAU – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Berau melalui Tim Reaksi Cepat (TRC) terus melakukan perbaikan jalan poros yang menghubungkan tiga kampung terdampak banjir, yakni Bena Baru, Pegat Bukur, dan Inaran.

Penanganan ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan Wakil Bupati Berau, Gamalis, ke wilayah yang mengalami banjir di daerah tersebut beberapa waktu lalu.

Kepala Bidang Preservasi Jalan dan Jembatan DPUPR Berau, Junaidi, mengungkapkan bahwa kondisi badan jalan di kawasan tersebut masih tergolong rawan, terutama karena struktur tanah yang labil dan curah hujan tinggi.

“Tanah di kawasan ini tidak stabil, jadi sering terjadi pergeseran. Apalagi dengan intensitas hujan yang tinggi,” jelas Junaidi.

Meski anggaran murni telah berjalan, Junaidi mengatakan belum tersedia dana khusus untuk penanganan permanen. Saat ini, upaya perbaikan dilakukan secara swadaya oleh tim TRC DPUPR, termasuk pengadaan alat berat dan material penunjang pemeliharaan jalan.

“Sebenarnya anggaran murni sudah berjalan. Tapi belum ada anggaran khusus untuk menangani ini. Kami tim TRC secara swadaya melakukan anggaran pemeliharaan dengan turun melakukan pembenahan serta mengadakan unit alat berat serta pengadaan material,” ujarnya.

Jalan poros yang rusak sepanjang 80 meter dengan pelebaran kerusakan hingga 8 meter ke badan jalan. Untuk sementara, pihaknya telah mengamankan sisi jalan guna mencegah longsor susulan.

“Sementara kita amankan dulu tepinya untuk cegah kelongsoran lagi,” bebernya.

Junaidi menjelaskan bahwa penanganan permanen sangat diperlukan, termasuk pembangunan dinding penahan tanah dan penyambungan aspal bagian bawah untuk memperkuat pondasi jalan.

“Meski jika dilintasi kurang nyaman. Tetapi kami usahakan agar akses antar tiga kampung tetap terhubung,” ujarnya.

“Saat curah hujan seperti saat ini, seringkali butuh perbaikan. Jadi solusi konkritnya harus dibuat atau dibangunkan dinding sebagai penahan tanah,” tambahnya.

Ia memperkirakan kebutuhan anggaran permanen mencapai Rp3 hingga Rp4 miliar dan berharap usulan ini dapat diakomodasi melalui APBD Perubahan tahun 2025.

“Supaya tahun depan pekerjaan fisik permanen bisa dilaksanakan dan pengaspalan bisa kita lakukan untuk kemudahan akses warga setempat,” tutupnya. (Red/Git)

Redaksi

Redaksi Media Satya News

Recent Posts

Seni di Era AI Jadi Bahasan di Universitas Terbuka Samarinda, Fachri Mahayupa: Carilah Makna

MEDIASATYA.CO.ID, SAMARINDA — Puluhan mahasiswa Universitas Terbuka (UT) Samarinda mengangkat telepon genggam mereka hampir bersamaan,…

1 minggu ago

Abdulloh Bergerak ke BPH Migas, DPRD Kaltim Perjuangkan Tambahan Kuota Pertalite

MEDIASATYA.CO.ID — Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) sering kali tidak berhenti di SPBU. Di…

2 minggu ago

Tio: Biliar Mirip Politik! Yang Dipukul di Sini Bisa Masuk di Sana

MEDIASATYA.CO.ID, SAMARINDA — Meja biliar menjadi titik temu wartawan, mitra media, dan pegiat olahraga dalam…

2 minggu ago

Abdulloh Dorong Bandara Kalimarau Berau Naik Kelas, Jadi Gerbang Wisata Internasional Kaltim

MEDIASATYA.CO.ID – Ketua Komisi III DPRD Kalimantan Timur, Abdulloh, mendorong peningkatan status Bandara Kalimarau di…

1 bulan ago

Abdulloh Kawal Kebangkitan Bandara Tanah Grogot, DPRD Kaltim Dorong Keberlanjutan Proyek Strategis

MEDIASATYA.CO.ID – Harapan masyarakat Kabupaten Paser untuk memiliki bandara akhirnya kembali menemukan titik terang. Setelah…

1 bulan ago

60 Pelajar, 15 Sekolah, Satu Panggung: Regenerasi Teater Kaltim Menemukan Jalannya

MEDIASATYA.CO.ID – Tepuk tangan panjang menggema di Gedung Bahimung UPTD Taman Budaya Provinsi Kalimantan Timur,…

1 bulan ago