Berita Terbaru

Hetifah Sjaifudian Ingatkan Peran Kunci Orang Tua di Tengah Lonjakan Kekerasan Digital

Ketua Komisi X DPR RI, Dr. Ir. Hetifah Sjaifudian, MPP

“Semua bisa terlibat menjadi agen literasi, dan itu dimulai dari rumah, dari anak-anak kita”

MEDIASATYA.CO.ID, BERAU – Kegiatan “Peningkatan Kapasitas Riset dan Inovasi untuk Masyarakat” yang digelar di Ballroom Hotel Bumi Segah, Kamis (27/11/2025), menghadirkan pembahasan penting mengenai literasi digital anak.

Salah satu sesi yang paling mendapat perhatian adalah materi dari Ketua Komisi X DPR RI, Dr. Ir. Hetifah Sjaifudian, MPP, tentang peran orang tua dalam menghadapi meningkatnya kasus kekerasan berbasis gender online (KBGO).

Meski hadir secara daring karena harus menjalankan tugas di Mojokerto, Jawa Timur, penyampaian Hetifah tetap disimak dengan antusias oleh para peserta.
Audiens yang didominasi perempuan dan para tenaga pendidik membuat sesi diskusi berlangsung hidup dan mendalam.

Selain Hetifah, dua narasumber lain yang turut mengisi acara adalah Hanif Fakhrurroja, Peneliti Utama BRIN, serta Nur Hidayah, konselor keluarga dan praktisi parenting.

Dalam pemaparannya, Hetifah menggambarkan pesatnya perkembangan ruang digital Indonesia. Hingga awal 2025, sekitar 202 juta warga Indonesia aktif di media sosial, termasuk kelompok pelajar, mahasiswa, dan ibu rumah tangga yang menjadi pengguna mayoritas.

Ia menyoroti potensi digital Kalimantan Timur yang memiliki infrastruktur salah satu terbaik di luar Jawa. Menurutnya, tingginya kepemilikan perangkat digital di Kaltim ikut mendukung kesiapan daerah menyambut perpindahan Ibu Kota Negara.

“Infrastruktur digital Kaltim cukup kuat dan didorong oleh rasio kepemilikan handphone dan komputer yang tinggi. Ini menjadi modal besar bagi perkembangan ekosistem digital,” jelasnya.

Namun, di balik kemajuan tersebut, risiko yang mengancam anak dan perempuan juga semakin besar. Hetifah menyoroti lonjakan signifikan kasus KBGO.

“Kekerasan berbasis gender online meningkat hingga 306,7 persen pada triwulan pertama 2024. Sepanjang tahun, kasusnya mencapai 480 laporan,” ungkapnya.

Fenomena perilaku ekstrem demi viral di kalangan remaja turut menjadi perhatian, mulai dari aksi menghadang truk hingga membuat konten tidak pantas di tempat ibadah.

Untuk meminimalkan risiko tersebut, Hetifah mengajak orang tua meningkatkan literasi digital di lingkungan keluarga. Ia menjelaskan empat prinsip dasar yang perlu diterapkan: pemahaman, saling keterhubungan, faktor sosial, dan kurasi informasi.

Ia kembali mengingatkan pentingnya budaya “Saring Sebelum Sharing” sebagai bagian dari upaya menangkal hoaks.

“Sebagai orang tua seyogyanya kita jangan tergesa-gesa membagikan informasi hanya karena sesuai dengan keinginan kita. Periksa dulu kebenaran dan manfaatnya,” pesannya.

Politikus asal Golkar itu juga mengajak orang tua berkontribusi menciptakan ruang digital yang positif dengan membagikan konten inspiratif dan memanfaatkan platform edukasi resmi seperti SIBI dan repositori buku digital dari Kemdikbud.

“Semua bisa terlibat menjadi agen literasi, dan itu dimulai dari rumah, dari anak-anak kita,” tutupnya. (Redaksi)

Redaksi

Redaksi Media Satya News

Recent Posts

Dari Samarinda ke Panggung Nasional, Teater Dahana Bawa Nama Kalimantan ke FTRN ISI Yogyakarta

MEDIASATYA.CO.ID – Di tengah dominasi kelompok teater dari Pulau Jawa dan kota-kota besar Indonesia, sebuah…

3 minggu ago

Pentas Tahunan Teater Kacamata: ‘Benar Itu Kalah’ Menggugat Luka Korupsi dan Kemiskinan

MEDIASATYA.CO.ID – Bagaimana jika kejujuran justru menjadi pihak yang kalah? Pertanyaan itu menjadi benang merah…

3 minggu ago

Abdulloh Jadi Saksi Lahirnya Layanan Jantung Modern di Balikpapan: Jawaban Kebutuhan Rakyat

Ketua Komisi III DPRD Kaltim, Abdulloh "Kemudahan administrasi, kecepatan penanganan pasien, kenyamanan fasilitas, serta transparansi…

1 bulan ago

Tragedi 53 Korban Lubang Tambang di Kaltim, Abdulloh Desak Perbaikan Total Tata Kelola

MEDIASATYA.CO.ID - Tragedi lubang bekas tambang batu bara di Kalimantan Timur yang kembali menelan korban…

2 bulan ago

DKP3 Bontang Siapkan Revolusi Ketahanan Pangan dari Sekolah, Smartani Jadi Senjata

MEDIASATYA.CO.ID – Pemerintah Kota Bontang melalui Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian (DKP3) menyiapkan transformasi…

2 bulan ago

Transformasi Kultural Tata Kelola Pelayanan Haji Indonesia

Prof. Singgih Tri Sulistiyono Guru Besar Sejarah Maritim Universitas Diponegoro, Fakultas Ilmu Budaya dan anggota…

2 bulan ago