Advetorial

DPRD dan Disbudpar Berau Soroti Penjualan Lahan di Maratua: Warga Diminta Pertahankan Aset Wisata

MEDIASATYA.CO.ID, BERAU – Penjualan lahan seluas 5,9 hektare di kawasan Pulau Maratua melalui situs jual beli daring memicu keprihatinan sejumlah pihak.

Pemerintah daerah dan DPRD Berau menilai langkah tersebut dapat berdampak serius terhadap masa depan masyarakat lokal, khususnya dalam pengelolaan potensi wisata jangka panjang.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau, Ilyas Natsir, mengingatkan bahwa lahan di kawasan strategis seperti Maratua seharusnya tidak dijual, melainkan dikelola bersama investor dengan sistem kemitraan yang saling menguntungkan.

“Kalau dijual, secara kasat mata mungkin menguntungkan, tapi yang kita soroti dampak di masa depan. Lebih baik kerja sama dengan investor,” ujarnya, Sabtu (21/6/2025).

Ia menegaskan bahwa menjual lahan ke pihak luar bisa menyebabkan masyarakat lokal tersingkir dari wilayah mereka sendiri, serta kehilangan potensi penghasilan berkelanjutan.

“Saya berharap tanah atau lahan yang dimiliki warga di sana tidak dijual, karena dampaknya sangat merugikan. Jangan sampai warga jadi penonton di kampung sendiri,” tegasnya.

Hal senada disampaikan Anggota DPRD Berau, Sutami. Ia meminta warga Maratua untuk mempertimbangkan matang-matang sebelum memutuskan menjual lahan mereka. Menurutnya, pendekatan jangka panjang akan jauh lebih menguntungkan jika lahan tersebut dikelola secara berkelanjutan melalui model kerja sama investasi.

“Kami di DPRD Berau meminta warga Maratua untuk mempertimbangkan dengan matang sebelum menjual lahan warisan mereka. Jangan sampai keputusan itu justru merugikan mereka ke depannya,” ungkapnya.

Sutami juga menekankan pentingnya pendampingan aktif dari pemerintah agar masyarakat memahami nilai strategis lahan mereka serta potensi ekonomi yang dapat dikembangkan tanpa kehilangan hak kepemilikan.
“Sosialisasi dan pendampingan harus dilakukan agar warga paham nilai strategis lahan mereka, serta peluang kerja sama yang ada,” tambahnya.

Sebagai informasi, Pulau Maratua merupakan destinasi unggulan Kalimantan Timur yang masuk dalam Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN). Dengan keindahan alam bawah laut dan potensi ekowisata yang tinggi, keterlibatan masyarakat lokal dalam pengelolaan kawasan menjadi kunci keberlanjutan sektor pariwisata di Berau. (ADV/GIT)

Redaksi

Redaksi Media Satya News

Recent Posts

Di Balik Seragam Putih Abu-Abu, Amira Dirham Mengukir Prestasi di Ajang Olimpiade Nasional

MEDIASATYA.CO.ID - Di ruang kelas Sekolah Prestasi Global atau Modern Islamic School, Amira Dirham tumbuh…

2 minggu ago

Ketua Komisi III DPRD Kaltim Abdulloh Perdalam Ekosistem Ekspor Lewat Bangku Doktoral

MEDIASATYA.CO.ID — Di tengah kesibukannya sebagai Ketua Komisi III DPRD Kalimantan Timur, H. Abdulloh masih…

3 minggu ago

Dari Perbatasan Nunukan ke Samarinda, Puang Dirham Ubah Lapas Jadi Ruang Harapan

MEDIASATYA.CO.ID - Di balik tembok tinggi dan jeruji besi, Puang Dirham mencoba menghadirkan wajah pemasyarakatan…

3 minggu ago

Rakernis Pusjarah Polri 2026, Penguatan Nilai Sejarah dan Tribrata Jadi Fokus Utama

MEDIASATYA.CO.ID — Pusat Sejarah atau Pusjarah Polri menggelar Rapat Kerja Teknis (Rakernis) di Jakarta sebagai…

3 minggu ago

Catatan Fachri Mahayupa: Tawa yang Tersisa di Kolong Jembatan RT Nol RW Nol Teater Mahardika Samarinda

MEDIASATYA.CO.ID - Sepekan usai pertunjukan itu berakhir, yang tersisa bukan adegan perpisahan, bukan pula dialog…

1 bulan ago

Peringati Hari Kartini, Abissia Bike Ajak Perempuan Berau Gowes Sambil Berkebaya

MEDIASATYA.CO.ID - Senja di Berau pada Minggu (19/4) berlangsung sedikit berbeda dari biasanya. Alih-alih menghabiskan…

1 bulan ago