Dampak Penundaan IUP PT Berau Coal, Pekerja Khawatir Upah Harian Turun hingga Terancam PHK

(Foto) Ilustrasi pekerja tambang yang dibuat oleh generate Meta AI. Potensi penundaan izin operasional PT Berau Coal menimbulkan kekhawatiran serius bagi para pekerjanya di Kabupaten Berau, Kaltim.

Karyawan outsourcing perusahaan mitra PT Berau Coal

“Dampaknya tentu gaji yang didapat kurang maksimal, bahkan terancam layoff (PHK),”

MEDIASATYA.COM, BERAU – Potensi penundaan izin operasional PT Berau Coal, yang diperkirakan berakhir pada 22 April 2025, menimbulkan kekhawatiran serius di Kabupaten Berau.

Kekhawatiran ini bukan hanya datang dari kalangan aktivis, tetapi juga dari pemerintah daerah dan para pekerja yang bergantung pada perusahaan tambang tersebut.

Tengok, keresahan nyata yang dirasakan oleh para pekerja di lapangan.

Seorang karyawan outsourcing dari perusahaan afiliasi PT Berau Coal, yang enggan disebutkan namanya (inisial V), mengungkapkan kekhawatirannya akan dampak penundaan izin.

“Jika izinnya tertunda, maka otomatis aktivitas di area pertambangan akan terhenti,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa penghentian aktivitas akan berdampak langsung pada produktivitas dan pendapatan harian para pekerja.

“Kalau sudah berhenti dampaknya akan ke produktivitas harian menurun. Hasilnya upah harian kami jadi terpotong,” tambahnya.

Lebih lanjut, karyawan tersebut memprediksi bahwa penundaan yang berlangsung hingga berbulan-bulan dapat mengakibatkan pemotongan gaji dan pengurangan jumlah tenaga kerja.

“Dampaknya tentu gaji yang didapat kurang maksimal, bahkan terancam layoff (PHK),” keluhnya

Ia berharap agar PT Berau Coal dan Pemerintah Kabupaten Berau dapat segera menemukan solusi yang saling menguntungkan.

“Yang kami harap adanya win-win solution, supaya kami sebagai pekerja tetap nyaman saat bekerja tanpa ada rasa was-was,” tandasnya.

Hal ini memperkuat kekhawatiran sebelumnya yang disampaikan oleh Ketua KNPI DPK Tanjung Redeb, Marwan Rizky Aditya, mengenai potensi peningkatan pengangguran dan penurunan daya beli masyarakat di Kabupaten Berau.

Situasi ini menuntut langkah cepat dan terukur dari pemerintah daerah dan PT Berau Coal untuk mencegah dampak negatif yang lebih luas terhadap perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Berau.

Sementara saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Berau, Zulkifli Azhari, mengatakan belum dapat berkomentar banyak terkait isu penundaan izin tersebut.

“Itukan sebatas usulan. Saya tidak bisa berandai-andai kecuali itu sudah fix,” ujarnya.

Beliau menegaskan tidak akan memberikan tanggapan spekulatif sebelum ada keputusan resmi mengenai perpanjangan izin PT Berau Coal.

“Saya tidak akan berkomentar yang sifatnya andai-andai,” imbuhnya. (Redaksi)

Satya Media Creative

Recent Posts

Seni di Era AI Jadi Bahasan di Universitas Terbuka Samarinda, Fachri Mahayupa: Carilah Makna

MEDIASATYA.CO.ID, SAMARINDA — Puluhan mahasiswa Universitas Terbuka (UT) Samarinda mengangkat telepon genggam mereka hampir bersamaan,…

2 hari ago

Abdulloh Bergerak ke BPH Migas, DPRD Kaltim Perjuangkan Tambahan Kuota Pertalite

MEDIASATYA.CO.ID — Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) sering kali tidak berhenti di SPBU. Di…

6 hari ago

Tio: Biliar Mirip Politik! Yang Dipukul di Sini Bisa Masuk di Sana

MEDIASATYA.CO.ID, SAMARINDA — Meja biliar menjadi titik temu wartawan, mitra media, dan pegiat olahraga dalam…

2 minggu ago

Abdulloh Dorong Bandara Kalimarau Berau Naik Kelas, Jadi Gerbang Wisata Internasional Kaltim

MEDIASATYA.CO.ID – Ketua Komisi III DPRD Kalimantan Timur, Abdulloh, mendorong peningkatan status Bandara Kalimarau di…

1 bulan ago

Abdulloh Kawal Kebangkitan Bandara Tanah Grogot, DPRD Kaltim Dorong Keberlanjutan Proyek Strategis

MEDIASATYA.CO.ID – Harapan masyarakat Kabupaten Paser untuk memiliki bandara akhirnya kembali menemukan titik terang. Setelah…

1 bulan ago

60 Pelajar, 15 Sekolah, Satu Panggung: Regenerasi Teater Kaltim Menemukan Jalannya

MEDIASATYA.CO.ID – Tepuk tangan panjang menggema di Gedung Bahimung UPTD Taman Budaya Provinsi Kalimantan Timur,…

1 bulan ago