Berita Terbaru

Candu Judi Online Jadi Penyebab Perceraian Terbanyak di Berau Kaltim

Panitera PA Tanjung Redeb, Muhammad Arsyad

“Cerai gugat mendominasi perkara yang masuk. Artinya, banyak istri merasa tidak mendapatkan perlakuan yang layak atau tidak lagi merasa tenteram dalam rumah tangganya”

MEDIASATYA.CO.ID, BERAU – Pengadilan Agama (PA) Tanjung Redeb mencatat lonjakan signifikan kasus perceraian di Kabupaten Berau sepanjang Januari hingga Agustus 2025.

Hingga periode tersebut, tercatat 483 perkara masuk, meningkat dibanding tahun 2024 yang berjumlah 431 perkara.

Panitera PA Tanjung Redeb, Muhammad Arsyad, menjelaskan dari total perkara yang diterima, sebanyak 111 kasus merupakan cerai talak yang diajukan pihak suami, sedangkan 372 kasus adalah cerai gugat yang diajukan pihak istri.

Dari jumlah itu, 292 perkara telah diputus, sisanya masih dalam tahap persidangan atau mediasi.

“Cerai gugat mendominasi perkara yang masuk. Artinya, banyak istri merasa tidak mendapatkan perlakuan yang layak atau tidak lagi merasa tenteram dalam rumah tangganya,” ujar Arsyad, Kamis (11/9/2025).

Arsyad menilai meningkatnya jumlah cerai gugat menunjukkan keberanian perempuan di Berau untuk mengambil langkah tegas menyikapi konflik rumah tangga.

Banyak perkara muncul karena perselisihan berkepanjangan yang tidak menemukan solusi.

“Mayoritas pasangan mengajukan gugatan dengan alasan perselisihan dan pertengkaran terus-menerus. Faktor penyebabnya beragam, mulai dari masalah ekonomi, komunikasi yang tidak sehat, hingga kecanduan judi online,” jelasnya.

Ia menegaskan, judi online kini menjadi salah satu pemicu terbesar. Tidak sedikit rumah tangga berantakan karena penghasilan keluarga habis untuk judi, anak-anak terabaikan, hingga terlilit utang besar.

“Ini bukan hanya masalah rumah tangga, tetapi sudah menjadi persoalan sosial,” tegasnya.

Meski angka perceraian meningkat, PA Tanjung Redeb tetap berkomitmen mengedepankan perdamaian.

Menurut Arsyad, setiap perkara yang masuk selalu melalui proses nasihat dan mediasi di sidang pertama.

“Kami tidak serta-merta langsung memutuskan perceraian. Mediasi selalu menjadi langkah awal. Namun jika upaya damai gagal, barulah perkara dilanjutkan ke proses sidang berikutnya,” pungkasnya. (Redaksi/Git)

Redaksi

Redaksi Media Satya News

Recent Posts

Peringati Hari Kartini, Abissia Bike Ajak Perempuan Berau Gowes Sambil Berkebaya

MEDIASATYA.CO.ID - Senja di Berau pada Minggu (19/4) berlangsung sedikit berbeda dari biasanya. Alih-alih menghabiskan…

6 hari ago

Abdulloh dan Jalan Menjaga Kaltim Tetap Damai di Tengah Gelombang Aksi 21 April

MEDIASATYA.CO.ID - Di tengah riuh rencana aksi besar yang akan digelar pada 21 April 2026,…

2 minggu ago

Jelang Aksi 21 April, Abdulloh Tegaskan LMP Kaltim Siap Jaga Kondusifitas Bersama TNI-Polri

MEDIASATYA.CO.ID - Ketua Markas Daerah Laskar Merah Putih (LMP) Kalimantan Timur, H. Abdulloh, menegaskan komitmen…

2 minggu ago

Jalan Salib Hidup OMK Berau: Ketika Iman Dihidupkan di Atas Panggung

MEDIASATYA.CO.ID - Halaman Gereja St. Eugenius de Mazenod di Tanjung Redeb tak sekadar menjadi tempat…

3 minggu ago

Respons Abdulloh Soal Isu Gaji Pekerja RDMP Balikpapan: Proyek Besar Tak Boleh Abaikan Hak Buruh

MEDIASATYA.CO.ID, BALIKPAPAN - Di tengah kabar gaji pekerja proyek RDMP Balikpapan yang belum terbayar hingga…

2 bulan ago

Perjuangan Abdulloh Kawal Pembangunan Bank Darah RSUD Kanujoso Balikpapan: Kesehatan Warga Utama

MEDIASATYA.CO.ID - Di tengah ketatnya ruang fiskal APBD 2026, satu isu yang tampaknya tak bisa…

2 bulan ago