Categories: Berita Terkini

Budi Arie Masuk Gerindra: Manuver Politik Jokowi Susupkan Projo ke Lingkar Prabowo

MEDIASATYA.CO.ID – Ketua Umum relawan Pro Jokowi (Projo), Budi Arie Setiadi, resmi menyatakan bergabung dengan Partai Gerindra, langkah yang mengejutkan publik politik dan menimbulkan pertanyaan besar: mengapa bukan PSI, partai tempat putra bungsu Jokowi, Kaesang Pangarep, berlabuh?

Pernyataan Budi Arie disampaikan secara terbuka dalam Kongres III Projo di Sahid Hotel, Jakarta, Minggu (2/11/2025). Sehari kemudian, ia menegaskan keputusannya bersifat final.

“Oh (bergabung) ke Gerindra? Iya dong,” ujarnya tegas kepada Kompas.com, Senin (3/11/2025).

Langkah Budi Arie memunculkan spekulasi bahwa keputusan tersebut bukan sekadar pilihan pribadi, melainkan bagian dari strategi politik pasca-Jokowi. Selama satu dekade terakhir, Projo dikenal sebagai benteng relawan yang setia pada Jokowi.

Karena itu, keputusan bergabung dengan Gerindra—partai yang dulu menjadi lawan Jokowi di dua pilpres—terasa janggal sekaligus sarat makna politik.

Mengapa Gerindra, Bukan PSI?

Menurut pengamat komunikasi politik Hendri Satrio, keputusan Budi Arie bisa dibaca sebagai manuver Jokowi untuk tetap memiliki pengaruh dalam partai penguasa baru, yakni Gerindra.

“Sangat mungkin ini strategi Jokowi juga, untuk menyusupkan Projo ke Gerindra agar Jokowi memahami arah dan strategi partai itu ke depan,” kata Hendri.

Ia menilai, dengan menempatkan tokoh Projo di Gerindra, Jokowi berupaya menjaga kendali politik, sekaligus memperkuat basis kekuasaan bagi koalisi Prabowo–Gibran menuju periode kedua.

“Bisa jadi seolah-olah mereka berpisah, padahal strategi memperkuat gagasan ‘Prabowo–Gibran dua periode’,” ujar Hendri.

Langkah Budi Arie juga mengindikasikan bahwa PSI bukan saluran politik utama Jokowi, melainkan simbol politik keluarga semata.

Sementara Gerindra—yang kini memegang kekuasaan eksekutif—memberi ruang nyata bagi Projo untuk tetap eksis di lingkar kekuasaan nasional.

Dari Lawan Jadi Sekutu

Keputusan Projo mendekat ke Gerindra dinilai berbanding terbalik dengan sikap mereka di masa lalu.

Direktur Eksekutif Charta Politika, Yunarto Wijaya, mengingatkan bahwa pada Pemilu 2014, Budi Arie pernah menyebut Prabowo sebagai bahaya bagi demokrasi.

Bahkan pada 2018, Projo melaporkan Prabowo–Sandiaga ke Bawaslu terkait kasus hoaks Ratna Sarumpaet.

“Ini bukti konsistensi untuk tidak konsisten,” kata Yunarto.
“Dulu ingin Prabowo didiskualifikasi, sekarang malah bergabung.”

Namun, Yunarto menilai langkah ini bukan hal aneh dalam politik Indonesia yang cair.

Ia menyebut Projo tengah mencari ‘partai pelindung’ agar tetap relevan setelah kekuasaan Jokowi berakhir.

“Projo atau Budi Arie butuh partai besar untuk ‘gelendotan’. Dan itu sah-sah saja,” ujarnya.

Simbol Politik Pasca-Jokowi

Pergabungan Budi Arie ke Gerindra menandai fase baru politik pasca-Jokowi, di mana relawan tak lagi sekadar pendukung, tetapi juga pemain aktif dalam pembentukan kekuasaan baru.

Meski Jokowi terlihat lebih dekat ke PSI secara personal, pilihan politik strategis justru tampak diarahkan ke Gerindra—partai yang kini mengontrol pemerintahan.

Langkah Budi Arie menjadi sinyal bahwa arus politik Jokowiisme perlahan bergeser dari simbol ke struktur, dari relawan ke partai penguasa. (Redaksi)

Redaksi

Redaksi Media Satya News

Recent Posts

Abdulloh Bergerak ke BPH Migas, DPRD Kaltim Perjuangkan Tambahan Kuota Pertalite

MEDIASATYA.CO.ID — Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) sering kali tidak berhenti di SPBU. Di…

9 jam ago

Tio: Biliar Mirip Politik! Yang Dipukul di Sini Bisa Masuk di Sana

MEDIASATYA.CO.ID, SAMARINDA — Meja biliar menjadi titik temu wartawan, mitra media, dan pegiat olahraga dalam…

6 hari ago

Abdulloh Dorong Bandara Kalimarau Berau Naik Kelas, Jadi Gerbang Wisata Internasional Kaltim

MEDIASATYA.CO.ID – Ketua Komisi III DPRD Kalimantan Timur, Abdulloh, mendorong peningkatan status Bandara Kalimarau di…

4 minggu ago

Abdulloh Kawal Kebangkitan Bandara Tanah Grogot, DPRD Kaltim Dorong Keberlanjutan Proyek Strategis

MEDIASATYA.CO.ID – Harapan masyarakat Kabupaten Paser untuk memiliki bandara akhirnya kembali menemukan titik terang. Setelah…

4 minggu ago

60 Pelajar, 15 Sekolah, Satu Panggung: Regenerasi Teater Kaltim Menemukan Jalannya

MEDIASATYA.CO.ID – Tepuk tangan panjang menggema di Gedung Bahimung UPTD Taman Budaya Provinsi Kalimantan Timur,…

4 minggu ago

Dari Samarinda ke Panggung Nasional, Teater Dahana Bawa Nama Kalimantan ke FTRN ISI Yogyakarta

MEDIASATYA.CO.ID – Di tengah dominasi kelompok teater dari Pulau Jawa dan kota-kota besar Indonesia, sebuah…

2 bulan ago