Berkah Natal: 41 Warga Binaan Rutan Tanjung Redeb Terima Pengurangan Masa Tahanan

banner 400x130

Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (Ka. KPR) Kelas IIB Tanjung Redeb, Danur Tri Gonggo

“Remisi ini adalah pengakuan atas kesungguhan para warga binaan untuk berubah. Mereka telah membuktikan diri mampu beradaptasi dengan aturan dan menunjukkan disiplin yang tinggi selama di dalam,”

banner 400x130

MEDIASATYA.CO.ID, BERAU – Sebanyak 41 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II Tanjung Redeb bersiap menyambut Natal 2025 dengan penuh sukacita.

Mereka secara resmi diusulkan untuk menerima Remisi Khusus (RK) Natal sebagai ganjaran atas loyalitas dan perubahan perilaku positif selama menjalani masa pembinaan.

Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (Ka. KPR) Kelas IIB Tanjung Redeb, Danur Tri Gonggo, menegaskan bahwa remisi ini bukan sekadar hadiah musiman, melainkan bentuk apresiasi nyata dari negara.

“Remisi ini adalah pengakuan atas kesungguhan para warga binaan untuk berubah. Mereka telah membuktikan diri mampu beradaptasi dengan aturan dan menunjukkan disiplin yang tinggi selama di dalam,” ujar Danur pada Minggu (21/12/2025).

Seluruh usulan yang diajukan masuk dalam kategori Remisi Khusus I (RK I). Hal ini berarti warga binaan hanya mendapatkan pengurangan masa hukuman tanpa ada yang langsung menghirup udara bebas. Adapun bersaran potongan masa tahanan berkisar antara 15 – 30 hari.

Danur mengingatkan bahwa untuk masuk dalam daftar usulan, seorang warga binaan harus melewati fase seleksi yang ketat, baik dari sisi administratif maupun perilaku harian.

“Semua nama yang kami kirimkan telah tervalidasi memenuhi seluruh kriteria dan syukur seluruhnya telah disetujui,” imbuhnya.

Penyerahan SK Remisi Natal ini dijadwalkan akan digelar secara formal pada 27 Desember 2025. Acara ini akan disisipkan
dalam rangkaian ibadah dan perayaan Natal bersama di lingkungan Rutan.

Secara filosofis, kebijakan remisi ini bertujuan untuk memanusiakan para penghuni rutan dan memberikan stimulus mental agar mereka tetap termotivasi menjadi pribadi yang produktif saat kembali ke masyarakat nanti.

“Kami ingin momentum Natal ini menjadi pemantik semangat baru bagi mereka. Bahwa perubahan sikap yang baik akan selalu membuahkan hasil yang positif bagi masa depan mereka,” tutup Danur. (Redaksi)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *