Aksi Damai Warga Tarakan Tolak Money Politics dalam Pilkada

Kaltara, Mediasatya.com – Sekelompok massa yang terdiri dari warga Kota Tarakan melakukan aksi damai di depan kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) setempat untuk mendukung pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) yang jujur dan adil. Aksi ini dipusatkan pada penegakan hak suara masyarakat, terutama terhadap dugaan praktik money politics oleh pasangan calon nomor urut satu, Kharisma.

Relawan Kotak Kosong, Ir. Lukman Ambo Lala, mengungkapkan bahwa aksi damai ini bertujuan untuk mengawal laporan dugaan pelanggaran yang telah mereka sampaikan ke Bawaslu. Dia menegaskan bahwa mereka ingin memastikan pemilu kali ini berjalan dengan transparan dan mengedepankan keadilan.

Dalam aksi tersebut, para peserta membawa berbagai spanduk dengan pesan-pesan seperti “Janda Pilih Kotak Kosong” dan “Tolak Politik Uang”. Lukman menyatakan, akan terus mengawal hasil putusan terkait laporan dugaan money politics, karena dirinya inginkan pemilu kali ini harus jujur dan adil.

Selain itu, Lukman mengharapkan agar Gakkumdu bersikap tegas dalam menegakkan hukum dan tidak pilih kasih dalam menangani perkara tersebut. Dia menambahkan, praktik money politics sangat merusak proses demokrasi dan harus menjadi pelajaran bagi daerah lain.

Aksi ini juga terkait dengan beredarnya video yang menunjukkan pasangan calon nomor urut satu diduga membagikan uang kepada masyarakat dalam sebuah acara, yang diklaim melanggar ketentuan kampanye. Bawaslu Tarakan telah mendaftarkan laporan tersebut dan sedang memprosesnya.

Aksi damai ini dihadiri oleh sekitar 350 orang dan disertai orasi untuk mendesak Bawaslu segera memanggil terlapor dan mengambil langkah hukum yang diperlukan. Para peserta mengingatkan bahwa jika tuntutan mereka tidak dipenuhi, mereka akan kembali dengan lebih banyak massa dari berbagai elemen masyarakat.

Dengan semangat keadilan, Lukman dan para peserta bertekad untuk terus berjuang sampai hak-hak masyarakat dilindungi dan praktik-praktik kotor dalam politik dihentikan. “No viral no justice,” ujar mereka sebagai slogan untuk menekankan pentingnya keadilan dalam proses demokrasi.

Rere/Rdk

Satya Media Creative

Recent Posts

Respons Abdulloh Soal Isu Gaji Pekerja RDMP Balikpapan: Proyek Besar Tak Boleh Abaikan Hak Buruh

MEDIASATYA.CO.ID, BALIKPAPAN - Di tengah kabar gaji pekerja proyek RDMP Balikpapan yang belum terbayar hingga…

2 minggu ago

Perjuangan Abdulloh Kawal Pembangunan Bank Darah RSUD Kanujoso Balikpapan: Kesehatan Warga Utama

MEDIASATYA.CO.ID - Di tengah ketatnya ruang fiskal APBD 2026, satu isu yang tampaknya tak bisa…

3 minggu ago

Denyut Kesenian di Bontang: 10 Teater Pelajar Kaltim dan Perayaan Proses Bernama AKSARA

MEDIASATYA.CO.ID — Lampu-lampu panggung di Gedung Balai Pertemuan Umum (BPU) Kecamatan Bontang kembali menyala. Tirai…

1 bulan ago

Pesepeda Ramaikan Jalan Berau Lewat Abissia Bike Gelar Berau Night Ride

MEDIASATYA.CO.ID, BERAU – Abissia Bike mengadakan kegiatan Berau Night Ride pada Jumat malam (30/1/2026). Lebih…

1 bulan ago

DPRD Kaltim Sidak Tambang Singlurus, Abdulloh: Pastikan Hak Warga Samboja Tak Hilang

Ketua Komisi III DPRD Kaltim, Abdulloh “Kegiatan usaha, terutama pertambangan, tidak boleh berjalan dengan mengorbankan…

1 bulan ago

KPK Panggil Aura Kasih? Telusuri Dana Non-Budgeter Kasus Korupsi yang Seret Ridwan Kamil

MEDIASATYA.CO.ID - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuka peluang memanggil penyanyi Aura Kasih untuk dimintai keterangan…

3 bulan ago