Aksi Damai Warga Tarakan Tolak Money Politics dalam Pilkada

banner 400x130

Kaltara, Mediasatya.com – Sekelompok massa yang terdiri dari warga Kota Tarakan melakukan aksi damai di depan kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) setempat untuk mendukung pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) yang jujur dan adil. Aksi ini dipusatkan pada penegakan hak suara masyarakat, terutama terhadap dugaan praktik money politics oleh pasangan calon nomor urut satu, Kharisma.

Relawan Kotak Kosong, Ir. Lukman Ambo Lala, mengungkapkan bahwa aksi damai ini bertujuan untuk mengawal laporan dugaan pelanggaran yang telah mereka sampaikan ke Bawaslu. Dia menegaskan bahwa mereka ingin memastikan pemilu kali ini berjalan dengan transparan dan mengedepankan keadilan.

banner 400x130

Dalam aksi tersebut, para peserta membawa berbagai spanduk dengan pesan-pesan seperti “Janda Pilih Kotak Kosong” dan “Tolak Politik Uang”. Lukman menyatakan, akan terus mengawal hasil putusan terkait laporan dugaan money politics, karena dirinya inginkan pemilu kali ini harus jujur dan adil.

Selain itu, Lukman mengharapkan agar Gakkumdu bersikap tegas dalam menegakkan hukum dan tidak pilih kasih dalam menangani perkara tersebut. Dia menambahkan, praktik money politics sangat merusak proses demokrasi dan harus menjadi pelajaran bagi daerah lain.

Aksi ini juga terkait dengan beredarnya video yang menunjukkan pasangan calon nomor urut satu diduga membagikan uang kepada masyarakat dalam sebuah acara, yang diklaim melanggar ketentuan kampanye. Bawaslu Tarakan telah mendaftarkan laporan tersebut dan sedang memprosesnya.

Aksi damai ini dihadiri oleh sekitar 350 orang dan disertai orasi untuk mendesak Bawaslu segera memanggil terlapor dan mengambil langkah hukum yang diperlukan. Para peserta mengingatkan bahwa jika tuntutan mereka tidak dipenuhi, mereka akan kembali dengan lebih banyak massa dari berbagai elemen masyarakat.

Dengan semangat keadilan, Lukman dan para peserta bertekad untuk terus berjuang sampai hak-hak masyarakat dilindungi dan praktik-praktik kotor dalam politik dihentikan. “No viral no justice,” ujar mereka sebagai slogan untuk menekankan pentingnya keadilan dalam proses demokrasi.

Rere/Rdk

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *