Advetorial

DPRD Berau Soroti Percepatan Pengadaan Usai Revisi Perpres 46/2025

Wakil Ketua II DPRD Berau, Sumadi

“Kalau kegiatan tertunda karena lelang yang lambat, apalagi sampai melampaui tahun anggaran, tentu itu jadi masalah.”

MEDIASATYA.CO.ID, BERAU – DPRD Berau menyoroti pelaksanaan pengadaan barang dan jasa pemerintah menyusul diberlakukannya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 46 Tahun 2025 yang merupakan perubahan kedua atas Perpres Nomor 16 Tahun 2018. Hal ini dibahas dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) tertutup bersama sejumlah OPD pada Senin (7/72025).

Salah satu poin utama dalam regulasi terbaru tersebut adalah kenaikan batas maksimal penunjukan langsung dari Rp200 juta menjadi Rp400 juta. Kebijakan ini dipandang penting untuk mempercepat pelaksanaan program pemerintah di lapangan.

“Dengan batasan baru ini, proses tender bisa lebih cepat, sehingga kegiatan di lapangan tidak tersendat,” ujar Wakil Ketua II DPRD Berau, Sumadi.

Ia menambahkan, percepatan pengadaan akan membantu optimalisasi serapan anggaran daerah dan menghindari penundaan program akibat proses lelang yang terlalu lama. Hal ini penting agar kualitas belanja daerah tetap terjaga dan tidak menghambat pembangunan.

“Jika kegiatan tertunda dan melewati batas tahun anggaran, tentu akan menimbulkan persoalan. Ini bisa berdampak langsung pada efektivitas pelaksanaan program,” jelasnya.

Tak hanya soal teknis pengadaan, DPRD juga menyinggung percepatan proyek strategis, seperti pembangunan unit sekolah baru di wilayah Murjani. Menurut Sumadi, dengan penerapan aturan pengadaan yang lebih fleksibel, proyek semacam ini bisa direalisasikan lebih cepat.

DPRD juga meminta kejelasan dari OPD terkait pelaksanaan teknis Perpres 46/2025 di daerah. Sumadi menegaskan perlunya pemahaman yang sama di tingkat daerah agar tidak terjadi kebingungan dalam penerapan regulasi tersebut.

“Kami ingin tahu kapan aturan ini bisa mulai diterapkan penuh, dan apakah ada penyesuaian teknis yang perlu disiapkan,” pungkasnya. (GIT/ADV)

Redaksi

Redaksi Media Satya News

Recent Posts

Dari Samarinda ke Panggung Nasional, Teater Dahana Bawa Nama Kalimantan ke FTRN ISI Yogyakarta

MEDIASATYA.CO.ID – Di tengah dominasi kelompok teater dari Pulau Jawa dan kota-kota besar Indonesia, sebuah…

3 minggu ago

Pentas Tahunan Teater Kacamata: ‘Benar Itu Kalah’ Menggugat Luka Korupsi dan Kemiskinan

MEDIASATYA.CO.ID – Bagaimana jika kejujuran justru menjadi pihak yang kalah? Pertanyaan itu menjadi benang merah…

4 minggu ago

Abdulloh Jadi Saksi Lahirnya Layanan Jantung Modern di Balikpapan: Jawaban Kebutuhan Rakyat

Ketua Komisi III DPRD Kaltim, Abdulloh "Kemudahan administrasi, kecepatan penanganan pasien, kenyamanan fasilitas, serta transparansi…

1 bulan ago

Tragedi 53 Korban Lubang Tambang di Kaltim, Abdulloh Desak Perbaikan Total Tata Kelola

MEDIASATYA.CO.ID - Tragedi lubang bekas tambang batu bara di Kalimantan Timur yang kembali menelan korban…

2 bulan ago

DKP3 Bontang Siapkan Revolusi Ketahanan Pangan dari Sekolah, Smartani Jadi Senjata

MEDIASATYA.CO.ID – Pemerintah Kota Bontang melalui Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian (DKP3) menyiapkan transformasi…

2 bulan ago

Transformasi Kultural Tata Kelola Pelayanan Haji Indonesia

Prof. Singgih Tri Sulistiyono Guru Besar Sejarah Maritim Universitas Diponegoro, Fakultas Ilmu Budaya dan anggota…

2 bulan ago