Berita Terbaru

Tio: Biliar Mirip Politik! Yang Dipukul di Sini Bisa Masuk di Sana

MEDIASATYA.CO.ID, SAMARINDA — Meja biliar menjadi titik temu wartawan, mitra media, dan pegiat olahraga dalam Turnamen Biliar PWI Kaltim bertajuk “Deadline, Headline, Bola 9” di De Ale Biliar, Jalan Bhayangkara, Samarinda, Jumat (28/8/2026).

Turnamen ini tidak sekadar menghadirkan pertandingan.

PWI Kaltim menjadikan olahraga biliar sebagai medium untuk mempererat silaturahmi dengan para mitra, sekaligus membuka ruang untuk melihat potensi atlet baru dari kalangan insan pers.

Ketua Harian KONI Kalimantan Timur, Nidya Listiyono atau Tio, turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Ia bahkan turun langsung ke meja pertandingan bersama Wakil Pemimpin Redaksi Kaltim Post, Duito Sastro, dalam laga ekshibisi bola 9.

Keduanya berhadapan dengan pasangan Ketua PWI Kaltim Abdurrahman Amin dan pemilik De Ale Biliar, Hendra Anggara atau Aang.

Dalam suasana yang tetap santai, pertandingan persahabatan itu berlangsung kompetitif.

Pasangan Duito-Tio akhirnya keluar sebagai pemenang setelah menundukkan pasangan Abdurrahman-Aang dengan skor 3-1.

Di sela pertandingan, Tio sempat menggambarkan biliar dengan cara yang berbeda.

Menurutnya, permainan tersebut memiliki kemiripan dengan politik karena satu pukulan dapat menentukan arah bola menuju lubang yang berbeda.

““Biliar ini sama seperti permainan politik. Yang dipukul di sini, bisa masuk di sana. Begitulah politik,” ujar Tio.

Namun, bagi Tio, ada hal yang jauh lebih penting dari sekadar pertandingan.

Turnamen tersebut menurutnya dapat menjadi pintu masuk untuk menemukan talenta olahraga baru di lingkungan PWI Kaltim.

Tio mengatakan KONI Kaltim mendukung kegiatan yang dapat menjadi ruang penjaringan dan pembinaan atlet, termasuk kegiatan yang melibatkan wartawan.

Ia berharap turnamen tersebut tidak hanya menghasilkan juara, tetapi juga menemukan peserta dengan kemampuan biliar yang dapat dikembangkan lebih jauh.

Menurut Tio, profesi sebagai wartawan tidak menutup kemungkinan seseorang memiliki kemampuan lain di bidang olahraga.

Karena itu, peserta dengan potensi tersebut dinilai layak mendapatkan kesempatan untuk dibina secara serius.

Jika proses penjaringan dan pembinaan dilakukan secara berkelanjutan, talenta dari kalangan insan pers bukan tidak mungkin berkembang hingga mampu berkompetisi pada level yang lebih tinggi dan membawa nama Kalimantan Timur maupun Indonesia.

Selain mendorong perkembangan olahraga, Tio juga menyoroti peran wartawan dalam kehidupan masyarakat.

Ia berharap PWI dan insan pers terus menghasilkan pemberitaan yang positif, aktual, dan faktual serta ikut membantu masyarakat menghadapi derasnya informasi bohong atau hoaks.

Sementara itu, pemilik De Ale Biliar, Hendra Anggara atau Aang, mengapresiasi PWI Kaltim yang memilih tempatnya sebagai lokasi penyelenggaraan turnamen.

Menurut Aang, kegiatan tersebut juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan sekaligus menyosialisasikan aturan kompetisi biliar kepada masyarakat.

Pemahaman terhadap aturan pertandingan dinilai penting agar perkembangan biliar tidak hanya ditandai dengan semakin banyaknya peminat, tetapi juga diikuti peningkatan kualitas dan profesionalisme kompetisi.

Di sisi lain, Wakil Pemimpin Redaksi Kaltim Post, Duito Sastro, memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan turnamen tersebut.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada para mitra media yang selama ini mendukung berbagai kegiatan yang melibatkan insan pers.

Dukungan tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam membangun kolaborasi dan menjaga hubungan baik antara media dengan berbagai pihak.

Ketua PWI Kaltim Abdurrahman Amin berharap “Deadline, Headline, Bola 9” tidak berhenti sebagai kegiatan sekali jalan.

Ia menginginkan turnamen tersebut dapat berkembang menjadi agenda rutin yang mempertemukan wartawan dan mitra PWI dalam suasana yang lebih cair dan akrab.

Bagi PWI Kaltim, kegiatan olahraga menjadi salah satu cara membangun komunikasi di luar rutinitas jurnalistik.

Hubungan yang biasanya berlangsung melalui aktivitas pemberitaan dapat dipertemukan dalam suasana berbeda melalui olahraga.

Karena itu, turnamen biliar tersebut diharapkan memiliki keberlanjutan.

Bukan hanya sebagai kompetisi dan hiburan, tetapi juga sebagai ruang silaturahmi, penguatan kolaborasi media dengan mitra, sekaligus pintu untuk menemukan talenta biliar baru dari kalangan insan pers Kalimantan Timur. (*)

Redaksi

Redaksi Media Satya News

Recent Posts

Abdulloh Dorong Bandara Kalimarau Berau Naik Kelas, Jadi Gerbang Wisata Internasional Kaltim

MEDIASATYA.CO.ID – Ketua Komisi III DPRD Kalimantan Timur, Abdulloh, mendorong peningkatan status Bandara Kalimarau di…

3 minggu ago

Abdulloh Kawal Kebangkitan Bandara Tanah Grogot, DPRD Kaltim Dorong Keberlanjutan Proyek Strategis

MEDIASATYA.CO.ID – Harapan masyarakat Kabupaten Paser untuk memiliki bandara akhirnya kembali menemukan titik terang. Setelah…

3 minggu ago

60 Pelajar, 15 Sekolah, Satu Panggung: Regenerasi Teater Kaltim Menemukan Jalannya

MEDIASATYA.CO.ID – Tepuk tangan panjang menggema di Gedung Bahimung UPTD Taman Budaya Provinsi Kalimantan Timur,…

3 minggu ago

Dari Samarinda ke Panggung Nasional, Teater Dahana Bawa Nama Kalimantan ke FTRN ISI Yogyakarta

MEDIASATYA.CO.ID – Di tengah dominasi kelompok teater dari Pulau Jawa dan kota-kota besar Indonesia, sebuah…

2 bulan ago

Pentas Tahunan Teater Kacamata: ‘Benar Itu Kalah’ Menggugat Luka Korupsi dan Kemiskinan

MEDIASATYA.CO.ID – Bagaimana jika kejujuran justru menjadi pihak yang kalah? Pertanyaan itu menjadi benang merah…

2 bulan ago

Abdulloh Jadi Saksi Lahirnya Layanan Jantung Modern di Balikpapan: Jawaban Kebutuhan Rakyat

Ketua Komisi III DPRD Kaltim, Abdulloh "Kemudahan administrasi, kecepatan penanganan pasien, kenyamanan fasilitas, serta transparansi…

2 bulan ago