BOLA/OLAHRAGA

Timnas Indonesia Dominasi Statistik, Kapten Lebanon Minta Maaf

MEDIASATYA.CO.ID – Timnas Indonesia harus puas bermain imbang tanpa gol saat menghadapi Lebanon dalam laga uji coba internasional.

Meski tampil mendominasi, skuad Garuda tak mampu memaksimalkan peluang yang ada menjadi gol.

Berdasarkan data yang dikutip dari Bolalob Football, Indonesia menguasai 81 persen ball possession, jauh meninggalkan Lebanon yang hanya mencatatkan 19 persen.

Dari segi passing, Indonesia juga unggul telak dengan 619 operan sukses dari 700 percobaan (akurasi 88 persen).

Sebaliknya, Lebanon hanya mencatat 141 umpan sukses dari 205 percobaan (akurasi 68 persen).

Namun dominasi itu tak diikuti dengan penyelesaian akhir yang efektif.

Indonesia melepaskan 9 tembakan, tetapi tidak ada satupun yang mengarah ke gawang.

Sementara Lebanon, dengan hanya 4 kali percobaan, justru sempat mencatatkan 1 tembakan tepat sasaran.

Usai laga laman resmi instagram timnas dibanjiri berbagai reaksi. Tak sedikit yang optimis di era kepelatihan pelatih baru, Patrick Kluivert.

“Progressnya udah baik, cuma tinggal dipoles lini depannya biar makin gacor, ayo semangat garuda,” tulis akun @yogagoy_86.

“Anyway sadar gak sih, ini Lebanon yang mengalahkan Qatar harus main parkir bus. Sebenernya cara main kita sudah berkembang. Cuman finishing kita kurang klinis,” komentar akun @indradanoe

Selain sama-sama mandul di depan gawang, duel tersebut juga berjalan dengan tensi cukup panas.

Beberapa kali terlihat gesekan antara pemain Lebanon dan Indonesia, meski tidak sampai membuat wasit mengeluarkan kartu merah.

Kapten Lebanon, Mohamad Haidar, bahkan menyampaikan permintaan maaf atas insiden di penghujung laga tersebut.

“Jadi maaf tentang apa yang terjadi di pertandingan, ini adalah sepak bola. Kami tidak bermaksud berkelahi dengan pemain mana pun atau membuat masalah dengan orang-orang di Indonesia. Terima kasih banyak, dan sekali lagi maaf,” ucap Haidar usai laga.

Meski hasil imbang tanpa gol terasa mengecewakan, laga ini tetap menjadi bahan evaluasi penting bagi pelatih Patrick Kluivert.

Terutama untuk mengasah ketajaman lini depan sebelum menghadapi pertandingan resmi yang lebih berat di kualifikasi Piala Dunia maupun Piala Asia. (Redaksi)

Redaksi

Redaksi Media Satya News

Recent Posts

Di Balik Seragam Putih Abu-Abu, Amira Dirham Mengukir Prestasi di Ajang Olimpiade Nasional

MEDIASATYA.CO.ID - Di ruang kelas Sekolah Prestasi Global atau Modern Islamic School, Amira Dirham tumbuh…

2 minggu ago

Ketua Komisi III DPRD Kaltim Abdulloh Perdalam Ekosistem Ekspor Lewat Bangku Doktoral

MEDIASATYA.CO.ID — Di tengah kesibukannya sebagai Ketua Komisi III DPRD Kalimantan Timur, H. Abdulloh masih…

3 minggu ago

Dari Perbatasan Nunukan ke Samarinda, Puang Dirham Ubah Lapas Jadi Ruang Harapan

MEDIASATYA.CO.ID - Di balik tembok tinggi dan jeruji besi, Puang Dirham mencoba menghadirkan wajah pemasyarakatan…

3 minggu ago

Rakernis Pusjarah Polri 2026, Penguatan Nilai Sejarah dan Tribrata Jadi Fokus Utama

MEDIASATYA.CO.ID — Pusat Sejarah atau Pusjarah Polri menggelar Rapat Kerja Teknis (Rakernis) di Jakarta sebagai…

3 minggu ago

Catatan Fachri Mahayupa: Tawa yang Tersisa di Kolong Jembatan RT Nol RW Nol Teater Mahardika Samarinda

MEDIASATYA.CO.ID - Sepekan usai pertunjukan itu berakhir, yang tersisa bukan adegan perpisahan, bukan pula dialog…

1 bulan ago

Peringati Hari Kartini, Abissia Bike Ajak Perempuan Berau Gowes Sambil Berkebaya

MEDIASATYA.CO.ID - Senja di Berau pada Minggu (19/4) berlangsung sedikit berbeda dari biasanya. Alih-alih menghabiskan…

1 bulan ago