Berita Terbaru

Serangan Buaya di Berau, BPBD: Butuh Ranger Khusus di Wilayah Konflik Buaya-Manusia

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Berau, Nofian Hidayat

“Kami siap berkolaborasi dengan dukungan lapangan, tapi aksi langsung penanganan buaya bukan kewenangan kami”

MEDIASATYA.CO.ID, BERAU – BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Berau kembali mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul maraknya korban keagresifan predator berdarah dingin itu.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Berau, Nofian Hidayat, mengatakan bahwa pihaknya telah mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dan menjaga jarak aman dari habitat buaya.

“Lebih baik waspada dan menjaga jarak aman, karena serangan bisa terjadi kapan saja,” ujarnya, Selasa (21/10/2025)

Nofian mengaku pihaknya terbatas dalam menangani masalah ini karena kewenangan penanganan buaya telah dialihkan ke Dinas Perikanan dan Kelautan Kalimantan Timur.

“Secara regulasi, saat ini kewenangannya secara langsung oleh Dinas Perikanan dan Kelautan Kalimantan Timur,” ungkap Nofian.

Ia juga menjelaskan bahwa sebelumnya, penanganan satwa liar seperti buaya berada di bawah Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA).

“Kalau dulu BKSDA yang turun langsung. Sekarang sudah beralih ke Dinas Perikanan dan Kelautan. Jadi, kami di BPBD tidak bisa berbuat banyak,” ujarnya.

Selain itu, BPBD Berau juga menghadapi kendala lain, yaitu belum adanya tempat penangkaran buaya yang difasilitasi pemerintah provinsi.

Satu-satunya lokasi penangkaran terdekat berada di Kota Tarakan, Kalimantan Utara, yang membutuhkan biaya besar untuk evakuasi.

“Jika dilakukan evakuasi opsinya ke Tarakan. Tapi itu butuh biaya, sementara kami tidak punya pos anggaran untuk itu,” paparnya.

Nofian menyarankan Pemprov Kaltim untuk menempatkan ranger khusus di wilayah-wilayah rawan konflik manusia dan buaya, serta membangun pusat penangkaran yang dikelola pemerintah provinsi.

“Kami siap berkolaborasi dengan dukungan lapangan, tapi aksi langsung penanganan buaya bukan kewenangan kami,” tutupnya.

Terbaru, Wahyudin (32) menjadi korban dan dinyatakan meninggal dunia akibat keganasan buaya ketika melakukan aktivitas di sekitar RT 01 Kampung Teluk Sulaiman, Kecamatan Bidukbiduk.

Saksi mata, Fardiansyah, mengatakan Wahyudin diserang saat mereka berburu ikan dengan cara memanah pada Sabtu (18/10/2025) pukul 21.00 WITA. (Redaksi)

Redaksi

Redaksi Media Satya News

Recent Posts

Abdulloh Dorong Bandara Kalimarau Berau Naik Kelas, Jadi Gerbang Wisata Internasional Kaltim

MEDIASATYA.CO.ID – Ketua Komisi III DPRD Kalimantan Timur, Abdulloh, mendorong peningkatan status Bandara Kalimarau di…

3 minggu ago

Abdulloh Kawal Kebangkitan Bandara Tanah Grogot, DPRD Kaltim Dorong Keberlanjutan Proyek Strategis

MEDIASATYA.CO.ID – Harapan masyarakat Kabupaten Paser untuk memiliki bandara akhirnya kembali menemukan titik terang. Setelah…

3 minggu ago

60 Pelajar, 15 Sekolah, Satu Panggung: Regenerasi Teater Kaltim Menemukan Jalannya

MEDIASATYA.CO.ID – Tepuk tangan panjang menggema di Gedung Bahimung UPTD Taman Budaya Provinsi Kalimantan Timur,…

3 minggu ago

Dari Samarinda ke Panggung Nasional, Teater Dahana Bawa Nama Kalimantan ke FTRN ISI Yogyakarta

MEDIASATYA.CO.ID – Di tengah dominasi kelompok teater dari Pulau Jawa dan kota-kota besar Indonesia, sebuah…

2 bulan ago

Pentas Tahunan Teater Kacamata: ‘Benar Itu Kalah’ Menggugat Luka Korupsi dan Kemiskinan

MEDIASATYA.CO.ID – Bagaimana jika kejujuran justru menjadi pihak yang kalah? Pertanyaan itu menjadi benang merah…

2 bulan ago

Abdulloh Jadi Saksi Lahirnya Layanan Jantung Modern di Balikpapan: Jawaban Kebutuhan Rakyat

Ketua Komisi III DPRD Kaltim, Abdulloh "Kemudahan administrasi, kecepatan penanganan pasien, kenyamanan fasilitas, serta transparansi…

2 bulan ago