Pengunjuk Rasa, Anna Schwar (34)
“(Kami ingin) membuat kegaduhan sebanyak mungkin untuk menyerukan partai-partai yang menggambarkan diri mereka sebagai ‘demokratis’ untuk melindungi demokrasi ini,”
MEDIASATYA.COM – ‘Perjanjian Iblis’ benar-benar menyulut reaksi warga Jerman.
Ya, demo besar-besaran mengguncang Jerman pada hari Minggu, kemarin.
Setidaknya 160.000 orang dilaporkan turun ke jalan.
Mereka protes atas keputusan partai koservatif yang bekerja sama dengan sayap kanan, menjelang pemilihan legislatif Februari 2025.
Christian Democratic Union (CDU) dianggap melakukan pelanggaran terhadap perjanjian tidak tertulis Jerman, yang berlaku sejak Perang Dunia II.
Perjanjian itu menuliskan bahwa CDU tidak boleh bekerja sama dengan kelompok sayap kanan di tingkat nasional.
CDU, yang saat ini merupakan partai oposisi utama pemerintah, dan pemimpinnya Friedrich Merz disebut telah membuat “perjanjian dengan iblis”.
Hanya untuk mencari dukungan dari partai sayap kanan Alternative for Germany (AfD) untuk meloloskan undang-undang antiimigrasi.
Mengutip AFP Senin (3/2/2025), unjuk rasa dimulai di luar Bundestag, gedung parlemen Jerman. Pengunjuk rasa meneriakkan slogan-slogan seperti “Malu pada kalian CDU”.
“(Kami ingin) membuat kegaduhan sebanyak mungkin untuk menyerukan partai-partai yang menggambarkan diri mereka sebagai ‘demokratis’ untuk melindungi demokrasi ini,” kata pengunjuk rasa Anna Schwarz, 34 tahun.
“Kami tidak bisa lagi mengalihkan pandangan, ini terlalu serius,” tambahnya.
Kampanye CDU untuk mendapatkan dukungan AfD sayap kanan di parlemen minggu lalu memicu kemarahan yang meluas di Jerman.
Kedua partai mengeluarkan resolusi yang tidak mengikat secara bersama pada hari Rabu lalu, dalam upaya untuk memblokir orang asing yang tidak berdokumen di perbatasan, termasuk pencari suaka.
Meski begitu pada Jumat keduanya gagal mengeluarkan undang-undang kontroversial untuk lebih membatasi imigrasi.
Namun kesan keduanya akan bekerja sama sangat terlihat di mana saat CDU berbicara AfD bertepuk tangan di parlemen dan sebaliknya.
Mengutip angka yang dikumpulkan oleh penyiar publik ARD, pada Sabtu, lebih dari 220.000 orang telah berunjuk rasa di kota-kota di seluruh negeri.
Termasuk Hamburg, Leipzig, Cologne, dan Stuttgart.
Sementara itu, pemerintah kiri-tengah pimpinan Kanselir Olaf Scholz menyikapi situasi ini. Ia mengatakan ratusan ribu orang telah turun ke jalan untuk menyampaikan pesan “Jangan pernah bersama sayap kanan”.
Kelompok kanan membawa Jerman pada banyak-banyak Nazi dan Holocaust. Kekuatan ini sangat ekstrem dalam peta perpolitikan Jerman. (Redaksi)
MEDIASATYA.CO.ID, BALIKPAPAN - Di tengah kabar gaji pekerja proyek RDMP Balikpapan yang belum terbayar hingga…
MEDIASATYA.CO.ID - Di tengah ketatnya ruang fiskal APBD 2026, satu isu yang tampaknya tak bisa…
MEDIASATYA.CO.ID — Lampu-lampu panggung di Gedung Balai Pertemuan Umum (BPU) Kecamatan Bontang kembali menyala. Tirai…
MEDIASATYA.CO.ID, BERAU – Abissia Bike mengadakan kegiatan Berau Night Ride pada Jumat malam (30/1/2026). Lebih…
Ketua Komisi III DPRD Kaltim, Abdulloh “Kegiatan usaha, terutama pertambangan, tidak boleh berjalan dengan mengorbankan…
MEDIASATYA.CO.ID - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuka peluang memanggil penyanyi Aura Kasih untuk dimintai keterangan…