“Kita tidak bisa lagi menunda-nunda. Alih fungsi lahan pertanian menjadi non-pertanian terus terjadi, sementara kebutuhan pangan terus meningkat,”
MEDIASATYA.CO.ID, BERAU – Di tengah maraknya alih fungsi lahan yang mengancam ketahanan pangan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau mengambil langkah strategis dengan mengusulkan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B).
Usulan ini diajukan dalam agenda rapat paripurna yang berlangsung beberapa waktu lalu.
“Kita tidak bisa lagi menunda-nunda. Alih fungsi lahan pertanian menjadi non-pertanian terus terjadi, sementara kebutuhan pangan terus meningkat,” ungkap Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DT PHP) Berau, Junaidi.
Junaidi menekankan bahwa peningkatan status dari Peraturan Bupati (Perbup) menjadi Peraturan Daerah (Perda) merupakan langkah krusial untuk memberikan perlindungan lebih kuat terhadap 2.311 hektar lahan pertanian yang telah ditetapkan sebagai LP2B melalui Perbup Nomor 1 Tahun 2023.
“Di Perbup nomor 1 tahun 2023 tentang LP2B ada sekitar 2.311 hektar. Makanya kita tingkatkan ke Perda supaya nanti fungsi lahan bisa dipertahankan dengan memberikan intensif kepada petani-petani,” jelas Junaidi.
Lahan LP2B tersebut tersebar di enam kecamatan potensial di Kabupaten Berau, yakni Tabalar, Talisayan, Gunung Tabur, Sambaliung, Teluk Bayur, dan Labanan.
Masing-masing kawasan ini memiliki karakteristik dan potensi unggulan tersendiri untuk pengembangan pertanian pangan.
Untuk memastikan para petani tetap menjaga lahannya dan tidak tergiur mengalihfungsikan ke kegiatan non-pertanian, Pemkab Berau telah menyiapkan berbagai insentif menarik.
“Insentif ini bertujuan supaya lahan pangan yang sudah ada tidak dialihfungsikan ke kegiatan non-pangan,” tegas Junaidi.
Program bantuan tersebut mencakup beragam kebutuhan vital pertanian, mulai dari alat mesin pertanian (alsintan), benih unggul, bibit berkualitas, hingga pupuk nonsubsidi dari pemerintah pusat.
“Kita bantu terus terkait alsintan, benih, bibit, pupuk. Termasuk traktor, alat penggiling padi,” papar Junaidi.
Tidak hanya berhenti di situ, Pemkab Berau juga telah menjalin kerja sama dengan Bulog untuk menjamin menampung hasil panen petani.
“Sekarang begitu petani panen, langsung ditimbang dan ditampung oleh Bulog. Jadi tidak menunggu kering,” kata Junaidi.
Berbagai inovasi teknologi pertanian modern juga menjadi bagian dari rencana pengembangan LP2B di Berau.
“Di APBD murni tahun ini ada bantuan seperti alsintan, benih jagung, benih padi. Kemudian kita juga ada pengadaan drone pertanian untuk penyemprotan,” ungkap Junaidi.
Penggunaan drone untuk penyemprotan pupuk dan pestisida merupakan terobosan baru yang diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas pertanian di Berau.
“Itu beberapa rencana pengadaan kegiatan kami di 2025. Mudah-mudahan tidak banyak pemangkasan anggarannya,” pungkasnya. (Redaksi/Git)
MEDIASATYA.CO.ID, BALIKPAPAN - Di tengah kabar gaji pekerja proyek RDMP Balikpapan yang belum terbayar hingga…
MEDIASATYA.CO.ID - Di tengah ketatnya ruang fiskal APBD 2026, satu isu yang tampaknya tak bisa…
MEDIASATYA.CO.ID — Lampu-lampu panggung di Gedung Balai Pertemuan Umum (BPU) Kecamatan Bontang kembali menyala. Tirai…
MEDIASATYA.CO.ID, BERAU – Abissia Bike mengadakan kegiatan Berau Night Ride pada Jumat malam (30/1/2026). Lebih…
Ketua Komisi III DPRD Kaltim, Abdulloh “Kegiatan usaha, terutama pertambangan, tidak boleh berjalan dengan mengorbankan…
MEDIASATYA.CO.ID - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuka peluang memanggil penyanyi Aura Kasih untuk dimintai keterangan…