MEDIASATYA.CO.ID, BONTANG – Kekerasan terhadap anak di Bontang masih tinggi. Dalam kurun waktu 3 bulan, tercatat sudah menembus angka 23 kasus.
Paling banyak terjadi terhadap anak perempuan.
Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Bontang, Sukmawati memaparkan kekerasan terhadap anak perempuan sebanyak 14 kasus, sedangkan anak laki-laki 9 kasus, sementara itu kekerasan terhadap perempuan 4 kasus.
2024 lalu kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak mencapai 155, dirincikan, kekerasan terhadap anak 101 kasus, sedangkan kekerasan terhadap perempuan 54 kasus.
“Di awal 2025 ini paling banyak kekerasan anak perempuan sebanyak 14 kasus,” ucapnya.
Langkah mengantisipasi kekerasan ini, lanjut Sukmawati sudah gencar dilakukan Pemerintah, seperti melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah. Namun pihaknya menginginkan dukungan dari masyarakat juga dengan membangun lingkungan yang aman dan kondusif bebas dari kekerasan anak dan perempuan.
“Harus dimulai dari kesadaran masing-masing,” ujarnya.
Untuk penanganan pasca kekerasan, kata Sukmawati pihaknya terus melakukan pendampingan, untuk memulihkan rasa trauma yang diderita para korban.
“Korban didampingi untuk memulihkan sikologis mereka,” katanya. (Redaksi/Pace)
MEDIASATYA.CO.ID – Di tengah dominasi kelompok teater dari Pulau Jawa dan kota-kota besar Indonesia, sebuah…
MEDIASATYA.CO.ID – Bagaimana jika kejujuran justru menjadi pihak yang kalah? Pertanyaan itu menjadi benang merah…
Ketua Komisi III DPRD Kaltim, Abdulloh "Kemudahan administrasi, kecepatan penanganan pasien, kenyamanan fasilitas, serta transparansi…
MEDIASATYA.CO.ID - Tragedi lubang bekas tambang batu bara di Kalimantan Timur yang kembali menelan korban…
MEDIASATYA.CO.ID – Pemerintah Kota Bontang melalui Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian (DKP3) menyiapkan transformasi…
Prof. Singgih Tri Sulistiyono Guru Besar Sejarah Maritim Universitas Diponegoro, Fakultas Ilmu Budaya dan anggota…