DPRD Bontang Bongkar Proyek Drainase dan Trotoar Bermasalah, PUPRK Langsung Ancam Kontraktor

Edy Prabowo, Kepala Dinas PUPRK Bontang

“Kami langsung minta kontraktor memperbaiki item-item yang tidak sesuai spesifikasi, beberapa temuan ini kami minta bongkar,” terangnya.

MEDIASATYA.COM, BONTANG – Komisi C DPRD Bontang Proyek bongkar temuan proyek drainase dan trotoar bermasalah di Bontang, Kalimantan Timur.

Hal itu dilontarkan legislator Komisi C DPRD Bontang yang tampak kesal saat inspeksi mendadak alias sidak beberapa waktu lalu.

Tengok saja proyek drainase dan trotoar Jalan Suryanata, Kelurahan Bontang Baru.

Para wakil rakyat Bontang itu mengungkapkan sejumlah kejanggalan terkait mutu pekerjaan proyel drainase dan trotoar tersebut.

Angota Komisi C Muhammad Sahib, menyebut proyek yang dikerjakan oleh PT Tuah Persada Perkasa dengan anggaran 7 miliar, dianggap tidak sesuai spesifikasi.

Salah satu contohnya yaitu pada cor-coran dinilai rapuh.

“Cor-coran trotoar itu tipis kebanyakan pasir ini, ada juga bekisting yang masih tertempel di dalam saluran itu bisa menghambat aliran air,” ungkapnya, Senin (6/1/2024).

Menurutnya, jika kondisi ini dibiarkan, proyek yang seharusnya bertujuan untuk mengurangi banjir justru berpotensi menimbulkan banjir di wilayah tersebut.

“Kalau mutunya kayak gini, malah makin parah keadaannya, ini harus cepat dibongkar dan dibenahi,” tambahnya.

PUPRK Ancam Kontraktor

Menanggapi temuan tersebut, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) Bontang, Edy Prabowo menyatakan akan meminta kontraktor pelaksana untuk bertanggung jawab dan segera membongkar ulang bagian yang tidak sesuai. 

Menurutnya hal tersebut masih bisa dilakukan kontraktor lantaran saat ini pengerjaan proyek tersebut masih dalam tahap pemeliharaan.

“Kami langsung minta kontraktor memperbaiki item-item yang tidak sesuai spesifikasi, beberapa temuan ini kami minta bongkar,” terangnya.

Disinggung jika kontraktor tidak mengindahkan permintaan tersebut, PUPRK akan bertindak tegas, dengan tidak mencairkan anggaran pemeliharan senilai 350 juta dari lima persen nilai proyek terebut.

“Kalau masih menolak, kami akan ambil alih dan gunakan anggaran pemeliharan tersebut,” ucapnya. (Redaksi/Nug)

Satya Media Creative

Recent Posts

Dari Samarinda ke Panggung Nasional, Teater Dahana Bawa Nama Kalimantan ke FTRN ISI Yogyakarta

MEDIASATYA.CO.ID – Di tengah dominasi kelompok teater dari Pulau Jawa dan kota-kota besar Indonesia, sebuah…

4 minggu ago

Pentas Tahunan Teater Kacamata: ‘Benar Itu Kalah’ Menggugat Luka Korupsi dan Kemiskinan

MEDIASATYA.CO.ID – Bagaimana jika kejujuran justru menjadi pihak yang kalah? Pertanyaan itu menjadi benang merah…

4 minggu ago

Abdulloh Jadi Saksi Lahirnya Layanan Jantung Modern di Balikpapan: Jawaban Kebutuhan Rakyat

Ketua Komisi III DPRD Kaltim, Abdulloh "Kemudahan administrasi, kecepatan penanganan pasien, kenyamanan fasilitas, serta transparansi…

1 bulan ago

Tragedi 53 Korban Lubang Tambang di Kaltim, Abdulloh Desak Perbaikan Total Tata Kelola

MEDIASATYA.CO.ID - Tragedi lubang bekas tambang batu bara di Kalimantan Timur yang kembali menelan korban…

2 bulan ago

DKP3 Bontang Siapkan Revolusi Ketahanan Pangan dari Sekolah, Smartani Jadi Senjata

MEDIASATYA.CO.ID – Pemerintah Kota Bontang melalui Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian (DKP3) menyiapkan transformasi…

2 bulan ago

Transformasi Kultural Tata Kelola Pelayanan Haji Indonesia

Prof. Singgih Tri Sulistiyono Guru Besar Sejarah Maritim Universitas Diponegoro, Fakultas Ilmu Budaya dan anggota…

2 bulan ago