Advetorial

DPRD Berau Dukung Perlindungan Tenaga Kerja Lokal, Buruh: Karyawan di-PHK Pesangon tak Keluar Sampai Meninggal

Wakil Ketua II DPRD Berau, Subroto

“Perda kita sudah mengatur proporsi 80:20, tapi pengawasan di lapangan yang masih perlu dikuatkan. Kita akan kaji pembentukan tim gabungan pengawas.”

MEDIASATYA.CO.ID, BERAU – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Berau menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait perlindungan tenaga kerja lokal, Selasa (20/5/2025), di ruang rapat gabungan DPRD.

Rapat ini melibatkan lintas sektor, termasuk Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Berau, Satpol PP, Bagian Hukum Setda Berau, perwakilan Aliansi Serikat Buruh Berau, DPP Banuanta Bersatu, serta Anggota Bapemperda dan Komisi I DPRD Berau.

Perwakilan dari Aliansi Serikat Buruh Berau, Fransisco, menyuarakan berbagai persoalan yang masih dialami para buruh di lapangan.

Ia menyebut masih banyak perusahaan di Berau yang masih memperlakukan buruh secara semena-mena.

“Bahkan saya mendengar, ada tenaga kerja yang di-PHK tapi sampai meninggal dunia pesangonnya belum juga dibayarkan,” tegas Fransisco.

Ia juga meminta agar perusahaan-perusahaan ‘nakal’ dipanggil dan diberikan sanksi tegas.

“Kalau perlu, cabut saja izin usahanya,” tambahnya.

Wakil Ketua II DPRD Berau, Subroto, mengatakan bahwa Peraturan Daerah (Perda) mengenai proporsi tenaga kerja lokal 80 persen berbanding 20 persen tenaga kerja luar sudah sesuai.

Namun, ia mengakui pengawasan di lapangan masih cukup kompleks.

“Menurut serikat, pengawasan perlu ditingkatkan karena masih banyak yang tidak sesuai aturan. Di sisi lain, Kabag Hukum menyatakan bahwa kewenangan pengawasan berasal dari provinsi,” ujar Subroto usai rapat.

Subroto juga menyebut bahwa sebenarnya sudah ada lima orang pengawas ketenagakerjaan di Berau.

Namun sayangnya, tidak satu pun hadir dalam rapat karena tidak masuk dalam daftar undangan.

“Tembusan surat dari serikat hanya ditujukan untuk Sekda, Hukum, Disnakertrans dan DPRD,” ucapnya.

Dikatakannya dalam diskusi, muncul pula usulan pembentukan tim gabungan pengawas yang terdiri dari unsur pemerintah, serikat buruh, dan pihak terkait lainnya.

Subroto menilai usulan tersebut baik namun harus dikaji terlebih dahulu dari sisi anggaran.

“Percuma kalau tim gabungan terbentuk tapi operasionalnya mandek karena tidak ada anggaran. Ini akan kita dalami dulu,” tutup Subroto.

RDP ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat perlindungan terhadap tenaga kerja lokal di Berau, serta mendorong akuntabilitas perusahaan terhadap hak-hak buruh.

Sebagai informasi, sesaat sebelum rapat berlangsung sempat terjadi insiden adu dorong antara anggota dewan dengan oknum serikat yang hadir dalam ruangan rapat.

Tak berselang lama insiden tersebut berhasil diredam dan rapat bisa dilanjutkan serta berjalan kondusif hingga selesai. (GIT/ADV)

Redaksi

Redaksi Media Satya News

Recent Posts

Tragedi 53 Korban Lubang Tambang di Kaltim, Abdulloh Desak Perbaikan Total Tata Kelola

MEDIASATYA.CO.ID - Tragedi lubang bekas tambang batu bara di Kalimantan Timur yang kembali menelan korban…

6 hari ago

DKP3 Bontang Siapkan Revolusi Ketahanan Pangan dari Sekolah, Smartani Jadi Senjata

MEDIASATYA.CO.ID – Pemerintah Kota Bontang melalui Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian (DKP3) menyiapkan transformasi…

1 minggu ago

Transformasi Kultural Tata Kelola Pelayanan Haji Indonesia

Prof. Singgih Tri Sulistiyono Guru Besar Sejarah Maritim Universitas Diponegoro, Fakultas Ilmu Budaya dan anggota…

1 minggu ago

Di Balik Seragam Putih Abu-Abu, Amira Dirham Mengukir Prestasi di Ajang Olimpiade Nasional

MEDIASATYA.CO.ID - Di ruang kelas Sekolah Prestasi Global atau Modern Islamic School, Amira Dirham tumbuh…

4 minggu ago

Ketua Komisi III DPRD Kaltim Abdulloh Perdalam Ekosistem Ekspor Lewat Bangku Doktoral

MEDIASATYA.CO.ID — Di tengah kesibukannya sebagai Ketua Komisi III DPRD Kalimantan Timur, H. Abdulloh masih…

1 bulan ago

Dari Perbatasan Nunukan ke Samarinda, Puang Dirham Ubah Lapas Jadi Ruang Harapan

MEDIASATYA.CO.ID - Di balik tembok tinggi dan jeruji besi, Puang Dirham mencoba menghadirkan wajah pemasyarakatan…

1 bulan ago