Berita Terbaru

Dari Penjual Nasi Jadi Gembong Narkoba Internasional, Inilah Identitas Sebenarnya Dewi Astutik

MEDIASATYA.CO.ID – Identitas asli Dewi Astutik, perempuan yang ditangkap sebagai gembong narkoba internasional oleh BNN di Kamboja, akhirnya terkuak.

Sosok yang selama ini dipublikasikan dengan nama Dewi Astutik ternyata bernama Paryatin, warga Ponorogo yang sebelumnya dikenal hanya sebagai pekerja migran dan penjual nasi bungkus.

Sebelum diamankan aparat, Dewi masuk dalam daftar buronan internasional.

Ia disebut sebagai aktor intelektual di balik penyelundupan dua ton sabu jaringan Golden Triangle yang digagalkan pada Mei 2025, serta terhubung dengan sejumlah kasus besar lain pada 2024 dalam jaringan Golden Crescent.

Operasi penangkapannya berlangsung di lobi sebuah hotel di Sihanoukville, Kamboja, berkat kerja sama BNN, Kepolisian Kamboja, KBRI Phnom Penh, Atase Pertahanan RI, dan BAIS TNI.

Jejak Dewi di Ponorogo: Penjual Nasi dan Anak Desa Tenun

Kepala Dusun Tenun, Desa Broto, Ponorogo, Didik Harirawan, mengungkap bahwa Dewi pernah tinggal kembali di kampung pada 2023.

Ia diketahui berjualan nasi bungkus keliling, membuka pemancingan di rumah keluarga Nyoimen-Kusni—orangtuanya—dan ikut berdagang saat ada pertunjukan reog.

Identitasnya saat itu sama sekali tidak menunjukkan tanda-tanda keterlibatan dalam jaringan narkoba internasional.

Nama Palsu Terungkap: Identitas Asli Paryatin

Suaminya, Sarno, membenarkan bahwa nama asli istrinya adalah Paryatin, bukan Dewi Astutik.

Ia menjelaskan bahwa istrinya sudah bekerja sebagai PMI sejak masih lajang, kemudian menikah dengannya pada 2009, dan kembali berangkat ke Taiwan pada 2013.

Sarno mengaku terkejut dan pasrah setelah melihat foto penangkapan istrinya.

Ia mengatakan bahwa istrinya sempat pulang setahun sebelum pamit ke Taiwan, namun ternyata justru pergi ke Kamboja.

Sarno juga mengakui bahwa istrinya sempat berangkat lagi pada 2024 dengan alasan menemui mantan majikannya di Taiwan.

Ia menegaskan tidak mengetahui aktivitas ilegal istrinya dan hanya mengenal Paryatin sebagai TKW yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga.

Peran Dewi dalam Jaringan Narkoba Internasional

Kepala BNN, Komjen Pol Suyudi Ario Seto, menjelaskan bahwa Dewi atau Paryatin selama ini berperan sebagai perekrut dalam jaringan perdagangan narkotika Asia–Afrika.

Ia juga tercatat sebagai buronan Korea Selatan.

Dewi ditangkap bersama seorang pria saat berada di dalam sebuah mobil Toyota Prius putih setelah keluar dari hotel.

Ia merupakan otak penyelundupan dua ton sabu senilai Rp5 triliun dan masuk dalam jaringan Golden Triangle serta Golden Crescent bersama nama besar lain seperti Freddy Pratama.

BNN menyebut Dewi sulit ditangkap karena kerap berpindah negara.

Usai ditangkap, Dewi dipindahkan ke Phnom Penh untuk verifikasi identitas, kemudian dipulangkan ke Indonesia melalui Bandara Soekarno–Hatta.

Ia akan menjalani pemeriksaan intensif untuk menelusuri alur pendanaan, logistik, hingga struktur jejaring internasional yang mengirim narkotika, mulai kokain, sabu, hingga ketamin ke Asia Timur dan Asia Tenggara.

Kasus ini sekaligus menutup teka-teki besar tentang siapa sebenarnya Dewi Astutik.

Sosok yang dulu dikenal sebagai penjual nasi keliling di Ponorogo itu kini terungkap sebagai satu dari perempuan paling dicari dalam peredaran gelap narkotika lintas negara. (Redaksi)

Redaksi

Redaksi Media Satya News

Recent Posts

Respons Abdulloh Soal Isu Gaji Pekerja RDMP Balikpapan: Proyek Besar Tak Boleh Abaikan Hak Buruh

MEDIASATYA.CO.ID, BALIKPAPAN - Di tengah kabar gaji pekerja proyek RDMP Balikpapan yang belum terbayar hingga…

3 minggu ago

Perjuangan Abdulloh Kawal Pembangunan Bank Darah RSUD Kanujoso Balikpapan: Kesehatan Warga Utama

MEDIASATYA.CO.ID - Di tengah ketatnya ruang fiskal APBD 2026, satu isu yang tampaknya tak bisa…

4 minggu ago

Denyut Kesenian di Bontang: 10 Teater Pelajar Kaltim dan Perayaan Proses Bernama AKSARA

MEDIASATYA.CO.ID — Lampu-lampu panggung di Gedung Balai Pertemuan Umum (BPU) Kecamatan Bontang kembali menyala. Tirai…

1 bulan ago

Pesepeda Ramaikan Jalan Berau Lewat Abissia Bike Gelar Berau Night Ride

MEDIASATYA.CO.ID, BERAU – Abissia Bike mengadakan kegiatan Berau Night Ride pada Jumat malam (30/1/2026). Lebih…

1 bulan ago

DPRD Kaltim Sidak Tambang Singlurus, Abdulloh: Pastikan Hak Warga Samboja Tak Hilang

Ketua Komisi III DPRD Kaltim, Abdulloh “Kegiatan usaha, terutama pertambangan, tidak boleh berjalan dengan mengorbankan…

1 bulan ago

KPK Panggil Aura Kasih? Telusuri Dana Non-Budgeter Kasus Korupsi yang Seret Ridwan Kamil

MEDIASATYA.CO.ID - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuka peluang memanggil penyanyi Aura Kasih untuk dimintai keterangan…

3 bulan ago