Berita Terkini

Biji Kopi Liberika Berau Bisa Mengindonesia, Pemerintah Bingung Cara Salurkan Bantuan

Kepala Dinas Perkebunan Berau, Lita Handini

“Bantuan tidak bisa langsung begitu saja diberikan apalagi ke perorangan, harus ada kelompok yang menaunginya.”

MEDIASATYA.CO.ID, BERAU – Kopi jenis Liberika asal Kampung Sambakungan, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, dinilai memiliki peluang besar untuk menembus pasar nasional.

Bahkan, jenis kopi ini pernah beberapa kali tampil dalam ajang kompetisi kopi tingkat nasional.

Namun, di balik potensi besar tersebut, pengembangannya masih terhambat oleh persoalan administratif dan status lahan yang belum tuntas.

Kepala Dinas Perkebunan (Disbun) Berau, Lita Handini, menegaskan bahwa penyaluran bantuan pemerintah tidak bisa diberikan kepada individu, melainkan harus melalui kelompok tani yang legal dan terdaftar resmi.

Hal ini sesuai dengan Peraturan Bupati Berau Nomor 37 Tahun 2022 tentang tata cara pemberian hibah dan bantuan sosial dari APBD.

“Bantuan tidak bisa langsung begitu saja diberikan apalagi ke perorangan, harus ada kelompok tani yang menaungi,” jelas Lita, Selasa (23/6/2025).

Lita menyayangkan fakta bahwa di tengah tingginya minat masyarakat terhadap kopi, banyak kedai di Berau justru harus mendatangkan biji kopi dari luar daerah karena keterbatasan produksi lokal.

“Di seputar kota saja bisa kita lihat warung dan cafe menjamur. Belum di tempat lain,” ujarnya.

Lita menilai, dari sisi produksi, petani kopi di Berau belum memiliki peralatan memadai seperti roaster dan dryer, yang berperan penting dalam menghasilkan biji kopi siap olah dan bernilai jual lebih tinggi.

Di sisi lain, lahan perkebunan kopi yang sebagian masuk dalam kawasan milik perusahaan batu bara juga memperumit distribusi bantuan karena status hukumnya belum jelas.

“Kami tidak ingin ambil risiko. Bisa saja para petani melakukan kerja sama dengan perusahaan itu. Diawali dengan membentuk kelompok lalu mengajukan bantuan, nanti kami follow up,” imbuhnya.

Lita menambahkan bahwa peluang pengembangan kopi lokal tetap terbuka luas, terlebih tren konsumsi kopi di Indonesia yang mengalami kenaikan tiap tahunnya.

Ia pun mendorong kolaborasi aktif antara kelompok tani, pelaku usaha, dan pemerintah agar kopi Liberika Berau dapat menjadi komoditas unggulan daerah dengan daya saing nasional.

“Tentu kita bisa melakukan kolaborasi antar instansi untuk memberikan bantuan,” pungkasnya. (Redaksi/Git)

Redaksi

Redaksi Media Satya News

Recent Posts

Seni di Era AI Jadi Bahasan di Universitas Terbuka Samarinda, Fachri Mahayupa: Carilah Makna

MEDIASATYA.CO.ID, SAMARINDA — Puluhan mahasiswa Universitas Terbuka (UT) Samarinda mengangkat telepon genggam mereka hampir bersamaan,…

2 minggu ago

Abdulloh Bergerak ke BPH Migas, DPRD Kaltim Perjuangkan Tambahan Kuota Pertalite

MEDIASATYA.CO.ID — Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) sering kali tidak berhenti di SPBU. Di…

3 minggu ago

Tio: Biliar Mirip Politik! Yang Dipukul di Sini Bisa Masuk di Sana

MEDIASATYA.CO.ID, SAMARINDA — Meja biliar menjadi titik temu wartawan, mitra media, dan pegiat olahraga dalam…

3 minggu ago

Abdulloh Dorong Bandara Kalimarau Berau Naik Kelas, Jadi Gerbang Wisata Internasional Kaltim

MEDIASATYA.CO.ID – Ketua Komisi III DPRD Kalimantan Timur, Abdulloh, mendorong peningkatan status Bandara Kalimarau di…

1 bulan ago

Abdulloh Kawal Kebangkitan Bandara Tanah Grogot, DPRD Kaltim Dorong Keberlanjutan Proyek Strategis

MEDIASATYA.CO.ID – Harapan masyarakat Kabupaten Paser untuk memiliki bandara akhirnya kembali menemukan titik terang. Setelah…

1 bulan ago

60 Pelajar, 15 Sekolah, Satu Panggung: Regenerasi Teater Kaltim Menemukan Jalannya

MEDIASATYA.CO.ID – Tepuk tangan panjang menggema di Gedung Bahimung UPTD Taman Budaya Provinsi Kalimantan Timur,…

2 bulan ago