MEDIASATYA.CO.ID – Di tengah dentuman gong yang menggema di Dome Balikpapan, Jumat (1/8) pagi, terselip pemandangan yang menyiratkan lebih dari sekadar seremoni pembukaan kejuaraan.
Ketua Komisi III DPRD Kaltim, Abdulloh, berdiri berdampingan dengan Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Timur, Supardi, bukan hanya sebagai tamu kehormatan—tetapi sebagai dua sosok yang memperlihatkan sinergi lembaga dalam membina generasi muda melalui semangat olahraga.
Kejuaraan Taekwondo Kajati Kaltim Cup 2025 memang dibuka dengan megah. Namun lebih dari itu, acara ini menjadi simbol pertemuan dua institusi penting di Kaltim—legislatif dan kejaksaan—yang menyatu dalam satu visi: investasi karakter.
“Ini bukan hanya ajang mencari pemenang. Ini tentang bagaimana kita bersama-sama membentuk generasi tangguh, disiplin, dan berdaya juang,” ujar Abdulloh, yang tampak hangat menyambut setiap sesi kegiatan, bahkan duduk berdiskusi akrab bersama Supardi sebelum pembukaan.
Ketika Supardi memukul gong tanda dimulainya kompetisi, tepuk tangan Abdulloh menjadi salah satu yang paling lantang terdengar. Ia bukan sekadar hadir mewakili institusi DPRD Kaltim, tetapi hadir dengan sepenuh hati. Ia berdiri untuk menunjukkan bahwa olahraga, dalam hal ini taekwondo, bisa menjadi simpul kebersamaan lintas lembaga.
Abdulloh juga tidak ragu menyampaikan apresiasinya secara langsung kepada pihak kejaksaan.
“Kami sangat berterima kasih kepada Kejati Kaltim, terutama kepada Pak Supardi dan tim, yang telah menjadikan kegiatan ini lebih dari sekadar turnamen. Ini ruang edukasi, ruang pembentukan mental, bahkan ruang kampanye moral,” ucapnya.
Dan benar saja, Kajati Kaltim Cup bukan hanya soal sabuk dan tendangan. Di balik semangat sportivitas yang berkobar di arena, ada misi yang lebih luas: edukasi hukum, sosialisasi nilai-nilai kebangsaan, hingga kampanye anti-narkoba—semua dikemas dalam rangkaian acara yang berlangsung selama tiga hari ke depan.
Bersama ratusan atlet dari seluruh penjuru Bumi Etam dan tamu undangan dari luar daerah, Abdulloh berjalan menyusuri arena. Sesekali ia menyapa peserta, memotivasi pelatih, bahkan ikut tertawa lepas saat menyaksikan atraksi seni taekwondo yang penuh energi.
“Kita sedang membangun manusia, bukan sekadar juara. Dan pembangunan manusia adalah kerja bersama. Di sini, DPRD dan Kejati menunjukkan itu,” tegas Abdulloh dalam sambutannya.
Kehangatan antara DPRD dan Kejaksaan bukan hanya terasa di podium. Di belakang panggung pun, percakapan keduanya mengalir akrab. Tak ada sekat protokoler yang kaku. Yang ada adalah bahasa kolaborasi, saling hormat, dan tekad membangun Kaltim yang lebih berkarakter.
Menutup sambutannya, Abdulloh kembali menekankan pentingnya keberlanjutan kegiatan semacam ini. “Ini bukan akhir, ini awal. Kita harus jadikan ini tradisi. Karena dari arena seperti inilah, anak-anak kita belajar arti kerja keras, hormat, dan kedisiplinan.”
Kajati Kaltim Cup 2025 bukan hanya kompetisi taekwondo. Ia telah menjelma menjadi panggung simbolik: di mana kebersamaan antara lembaga, kemesraan antarpejabat, dan kepedulian terhadap generasi muda saling bertaut. Di atas tatami, anak-anak bertarung dengan semangat. Di luar arena, Abdulloh dan Supardi bertarung bersama untuk masa depan Kalimantan Timur. (Redaksi)
MEDIASATYA.CO.ID, BALIKPAPAN - Di tengah kabar gaji pekerja proyek RDMP Balikpapan yang belum terbayar hingga…
MEDIASATYA.CO.ID - Di tengah ketatnya ruang fiskal APBD 2026, satu isu yang tampaknya tak bisa…
MEDIASATYA.CO.ID — Lampu-lampu panggung di Gedung Balai Pertemuan Umum (BPU) Kecamatan Bontang kembali menyala. Tirai…
MEDIASATYA.CO.ID, BERAU – Abissia Bike mengadakan kegiatan Berau Night Ride pada Jumat malam (30/1/2026). Lebih…
Ketua Komisi III DPRD Kaltim, Abdulloh “Kegiatan usaha, terutama pertambangan, tidak boleh berjalan dengan mengorbankan…
MEDIASATYA.CO.ID - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuka peluang memanggil penyanyi Aura Kasih untuk dimintai keterangan…