Berita Terbaru

Dari Samarinda ke Panggung Nasional, Teater Dahana Bawa Nama Kalimantan ke FTRN ISI Yogyakarta

MEDIASATYA.CO.ID – Di tengah dominasi kelompok teater dari Pulau Jawa dan kota-kota besar Indonesia, sebuah kabar membanggakan datang dari Samarinda, Kalimantan Timur.

Teater Dahana SMAN 1 Samarinda berhasil menembus panggung nasional setelah dinyatakan lolos sebagai salah satu dari 10 kelompok penampil terbaik pada Festival Teater Remaja Nusantara (FTRN) #5 yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Teater Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta.

Prestasi ini terasa istimewa, lantaran puluhan kelompok teater SMA/SMK sederajat se-Indonesia yang mengikuti seleksi melalui video kurasi yang diunggah di YouTube.

Ya, Teater Dahana menjadi satu-satunya kelompok teater sekolah yang mewakili Pulau Kalimantan pada festival yang akan berlangsung pada 3–8 Agustus 2026 di Kampus ISI Yogyakarta.

Pelatih Teater Dahana, Iman Sabar menyatakan bahwa keberhasilan tersebut menjadi kelanjutan dari capaian Teater Dahana yang sebelumnya meraih predikat Penyaji Terbaik pada Festival Teater tingkat Kalimantan Timur awal tahun 2026.

Kini, mereka membawa nama Samarinda dan Kalimantan menuju panggung nasional dengan lakon “Tuhan, Tolong Bunuh Emak”, karya dramawan Yessy Natalia, yang disutradarai Anandio Athmar.

Di balik keberhasilan lolos kurasi, tersimpan kerja artistik yang matang. FTRN #5 tahun ini mengusung tema “Temu Taut”, sebuah ruang perjumpaan bagi kelompok-kelompok teater remaja dari berbagai daerah untuk saling bertukar pengalaman, gagasan, dan kebudayaan melalui bahasa pertunjukan.

“Bagi Teater Dahana, kesempatan tersebut bukan sekadar mengikuti festival, melainkan membawa wajah teater pelajar Kalimantan ke hadapan publik nasional,” ujar Iman Sabar.

Pilihan mereka terhadap naskah “Tuhan, Tolong Bunuh Emak” juga bukan tanpa alasan. Lakon itu menghadirkan potret getir tentang sebuah keluarga yang dihimpit kemiskinan, beban utang, dan kerasnya realitas hidup.

Kisah yang sederhana, tetapi dekat dengan kenyataan sosial masyarakat Indonesia.

Tokoh Bekti, yang diperankan Akhyar Rijaslam, tampil sebagai kepala keluarga yang perlahan runtuh di bawah tekanan ekonomi.

Maghfira Ayu Nurrahmah memerankan Minah dengan ketegaran seorang istri yang berusaha menjaga keluarganya tetap bertahan.

Sementara Nhabila Noor Febrianti menghadirkan sosok Emak yang rapuh, namun penuh ketulusan, menjadi pusat emosi dalam pertunjukan tersebut.

Kemampuan para aktor muda itu bahkan menuai apresiasi dari praktisi teater Kaltim, Fachri Mahayupa. Dalam salah satu ulasan pertunjukannya, Teater Dahana disebut berhasil melampaui standar pertunjukan pelajar.

“Saya tidak melihat anak-anak SMA sedang bermain teater. Saya melihat aktor. Saya melihat tokoh. Saya melihat tragedi yang hidup,” tulisnya dalam catatan pertunjukkan yang mengulas pertunjukkan Teater Dahana di perhelatan AKSARA 2026 sebelumnya.

Sebelum bertolak ke Yogyakarta pada 29 Juli 2026, Teater Dahana akan lebih dahulu menggelar Pentas Tahunan IV sebagai pentas pamit kepada masyarakat Samarinda.à

Pertunjukan akan digelar pada Sabtu, 18 Juli 2026, di Gedung Rinjani, UPTD Taman Budaya Kalimantan Timur, dalam dua sesi.

Sesi pertama pukul 15.00 Wita diperuntukkan bagi tamu undangan, guru, delegasi, dan keluarga besar SMAN 1 Samarinda.

Sementara sesi kedua pada 19.00 Wita dibuka bagi masyarakat umum yang ingin menyaksikan langsung karya yang akan membawa nama Kalimantan di panggung nasional.

Pentas pamit itu menjadi lebih dari sekadar pertunjukan. Ia merupakan momentum bagi publik Samarinda untuk memberikan dukungan kepada para pelajar yang akan membawa identitas daerah ke salah satu festival teater remaja bergengsi di Indonesia.

Di bawah kepemimpinan Fulca Liya Furaidah sebagai pimpinan produksi, dengan dukungan tim artistik, penata musik, penata cahaya, hingga seluruh pemain, Teater Dahana menunjukkan bahwa kualitas teater pelajar di Kalimantan mampu bersaing dengan kelompok-kelompok terbaik dari berbagai daerah.

Keberhasilan menembus Festival Teater Remaja Nusantara #5 sekaligus menjadi penanda bahwa panggung teater Indonesia tidak hanya bertumpu pada kota-kota besar di Pulau Jawa.

Dari Samarinda, sekelompok pelajar membuktikan bahwa kerja keras, disiplin, dan kesungguhan dalam berkesenian mampu mengantarkan mereka menjadi wajah tunggal Kalimantan di panggung nasional.

Kini, langkah berikutnya tinggal satu, membawa pulang kebanggaan, sekaligus membuktikan bahwa teater pelajar dari Kalimantan layak diperhitungkan di tingkat nasional. (*)

Redaksi

Redaksi Media Satya News

Recent Posts

Abdulloh Dorong Bandara Kalimarau Berau Naik Kelas, Jadi Gerbang Wisata Internasional Kaltim

MEDIASATYA.CO.ID – Ketua Komisi III DPRD Kalimantan Timur, Abdulloh, mendorong peningkatan status Bandara Kalimarau di…

2 minggu ago

Abdulloh Kawal Kebangkitan Bandara Tanah Grogot, DPRD Kaltim Dorong Keberlanjutan Proyek Strategis

MEDIASATYA.CO.ID – Harapan masyarakat Kabupaten Paser untuk memiliki bandara akhirnya kembali menemukan titik terang. Setelah…

2 minggu ago

60 Pelajar, 15 Sekolah, Satu Panggung: Regenerasi Teater Kaltim Menemukan Jalannya

MEDIASATYA.CO.ID – Tepuk tangan panjang menggema di Gedung Bahimung UPTD Taman Budaya Provinsi Kalimantan Timur,…

2 minggu ago

Pentas Tahunan Teater Kacamata: ‘Benar Itu Kalah’ Menggugat Luka Korupsi dan Kemiskinan

MEDIASATYA.CO.ID – Bagaimana jika kejujuran justru menjadi pihak yang kalah? Pertanyaan itu menjadi benang merah…

2 bulan ago

Abdulloh Jadi Saksi Lahirnya Layanan Jantung Modern di Balikpapan: Jawaban Kebutuhan Rakyat

Ketua Komisi III DPRD Kaltim, Abdulloh "Kemudahan administrasi, kecepatan penanganan pasien, kenyamanan fasilitas, serta transparansi…

2 bulan ago

Tragedi 53 Korban Lubang Tambang di Kaltim, Abdulloh Desak Perbaikan Total Tata Kelola

MEDIASATYA.CO.ID - Tragedi lubang bekas tambang batu bara di Kalimantan Timur yang kembali menelan korban…

2 bulan ago