Berita Terbaru

30 Ribu Warga Ngungsi, 3 Desa Hilang, Kerusakan Aceh Timur Setara Tsunami 2004

MEDIASATYA.CO.ID – Banjir bandang yang meluluhlantakkan Kabupaten Aceh Timur kini memasuki fase paling kritis.

Sebanyak 24 kecamatan lumpuh, sementara tiga desa di Serbajadi diduga hilang sepenuhnya, menyisakan tanda tanya besar tentang jumlah korban di wilayah yang hingga kini terputus total dari akses darat dan komunikasi.

Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, melaporkan bahwa wilayahnya berada dalam kondisi “kolaps” akibat banjir yang menyapu pemukiman, fasilitas medis, hingga infrastruktur vital.

Ia menyampaikan bahwa kerusakan yang terjadi mengingatkan masyarakat pada teror tsunami 2004, jalan-jalan terkelupas, arus air berputar kencang, rumah sakit lumpuh, dan logistik warga hampir habis.

Dari wilayah Serbajadi, laporan awal menyebut tiga desa diduga hilang terbawa arus, tetapi belum dapat dipastikan karena banyak jalan tertimbun longsor dan seluruh akses ke lokasi terputus.

Pemerintah daerah baru bisa membuka komunikasi setelah menyewa perangkat Starlink, yang memungkinkan pemantauan awal sejak Sabtu (29/11/2025).

Dalam rapat darurat bersama Forkopimkab, Al-Farlaky beberapa kali terlihat menahan tangis.

Ia meminta pemerintah pusat segera turun tangan karena mengkhawatirkan potensi warga meninggal akibat kelaparan apabila bantuan tidak tiba dalam dua hari ke depan.

Ia juga menyebut terpaksa menggunakan dana pribadi untuk membantu warga sambil bekerja sama dengan TNI–Polri setempat.

Hingga Senin (1/12/2025), laporan sementara mencatat 30 korban jiwa, sementara lebih dari 30 ribu warga mengungsi akibat rumah terendam dan rusak parah.

Ribuan rumah diperkirakan turut terdampak, tetapi data akurat masih sulit dihimpun karena minimnya sinyal dan terbatasnya jangkauan tim.

Stok obat-obatan di Aceh Timur kini nyaris habis. Dari dua rumah sakit rujukan, hanya RS Zubir Mahmud yang masih memiliki persediaan obat.

Ambulans serta fasilitas kesehatan lainnya banyak yang rusak dan terendam, sehingga evakuasi korban menjadi terhambat.

Al-Farlaky menegaskan bahwa Aceh Timur tidak memiliki kemampuan keuangan untuk menopang situasi darurat yang terus memburuk.

Ia mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk turun langsung melihat kondisi lapangan yang disebutnya “porak-poranda”.

Sementara itu, ia berencana menerobos langsung ke tiga kecamatan yang masih terisolasi guna memastikan kondisi warga dan mempercepat penyaluran bantuan seadanya. (Redaksi)

Redaksi

Redaksi Media Satya News

Recent Posts

Dari Samarinda ke Panggung Nasional, Teater Dahana Bawa Nama Kalimantan ke FTRN ISI Yogyakarta

MEDIASATYA.CO.ID – Di tengah dominasi kelompok teater dari Pulau Jawa dan kota-kota besar Indonesia, sebuah…

3 minggu ago

Pentas Tahunan Teater Kacamata: ‘Benar Itu Kalah’ Menggugat Luka Korupsi dan Kemiskinan

MEDIASATYA.CO.ID – Bagaimana jika kejujuran justru menjadi pihak yang kalah? Pertanyaan itu menjadi benang merah…

3 minggu ago

Abdulloh Jadi Saksi Lahirnya Layanan Jantung Modern di Balikpapan: Jawaban Kebutuhan Rakyat

Ketua Komisi III DPRD Kaltim, Abdulloh "Kemudahan administrasi, kecepatan penanganan pasien, kenyamanan fasilitas, serta transparansi…

1 bulan ago

Tragedi 53 Korban Lubang Tambang di Kaltim, Abdulloh Desak Perbaikan Total Tata Kelola

MEDIASATYA.CO.ID - Tragedi lubang bekas tambang batu bara di Kalimantan Timur yang kembali menelan korban…

2 bulan ago

DKP3 Bontang Siapkan Revolusi Ketahanan Pangan dari Sekolah, Smartani Jadi Senjata

MEDIASATYA.CO.ID – Pemerintah Kota Bontang melalui Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian (DKP3) menyiapkan transformasi…

2 bulan ago

Transformasi Kultural Tata Kelola Pelayanan Haji Indonesia

Prof. Singgih Tri Sulistiyono Guru Besar Sejarah Maritim Universitas Diponegoro, Fakultas Ilmu Budaya dan anggota…

2 bulan ago